Pasutri Dosen UGM Dikukuhkan Jadi Guru Besar pada Hari Pernikahan Perak, Ini Kisahnya

dosen pasutri ugm guru besar

Pengukuhan pasutri Guru Besar FH UGM, Prof Andy Omara dan Prof Herlian, di Balai Senat UGM, Yogyakarta, Selasa (13/10/2026). (Foto: Dok. UGM)

GEBRAK.ID, SLEMAN — Momen istimewa dialami pasangan suami istri dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Andy Omara dan Prof. Herliana. Keduanya dikukuhkan sebagai guru besar pada hari yang sama dengan perayaan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-25, Selasa (13/10/2026).

Pengukuhan tersebut terasa semakin bermakna karena tanggal 13 Oktober memiliki arti khusus bagi perjalanan rumah tangga mereka. Seperempat abad lalu, Andy dan Herliana melangsungkan pernikahan pada tanggal yang sama.

“Kebetulan pas banget tanggal 13 Oktober itu hari Selasa. Dan tanggal itu memang tanggal di mana 25 tahun yang lalu kami melangsungkan pernikahan,” kata Andy, Rabu (14/10/2026).

Andy kini menyandang gelar guru besar dalam bidang Perbandingan Hukum Tata Negara di Departemen Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum UGM. Sementara itu, Herliana dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Hukum Arbitrase.

Bagi Andy, pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan akademik masing-masing, melainkan juga bagian dari perjalanan panjang yang mereka lalui bersama. Keduanya bahkan berkesempatan menempuh pendidikan magister dan doktoral di luar negeri dalam rentang waktu yang hampir bersamaan.

Andy dan Herliana sama-sama menyelesaikan pendidikan S2 di School of Law, University of Melbourne, Australia. Mereka kemudian melanjutkan studi doktoral di University of Washington, Amerika Serikat.

“Yang menurut saya lebih menarik lagi adalah kami berdua itu dianugerahi untuk berkesempatan sekolah baik S2 dan S3 itu bersama-sama,” ujar Andy.

Berawal dari Rekan Dosen Muda

Kisah keduanya bermula ketika sama-sama diterima sebagai dosen muda di Fakultas Hukum UGM. Saat masih menjadi mahasiswa, Andy dan Herliana belum mengenal satu sama lain secara dekat.

Kedekatan mereka tumbuh setelah mengikuti berbagai kegiatan peningkatan kapasitas bagi dosen muda. Pertemuan yang berulang membuat keduanya semakin akrab hingga akhirnya menemukan kecocokan dan memutuskan membangun rumah tangga.

Dari hubungan sebagai rekan kerja, mereka kemudian menjadi pasangan yang saling mendukung dalam kehidupan pribadi maupun perjalanan akademik.

Kuliah di Luar Negeri Sambil Mengasuh Anak

Perjalanan meraih gelar akademik tertinggi itu tidak selalu mudah. Ketika menempuh pendidikan di luar negeri, Andy dan Herliana telah dikaruniai anak. Mereka harus beradaptasi dengan bahasa, sistem hukum, materi kuliah, serta metode pembelajaran yang berbeda dari Indonesia.

Di tengah tanggung jawab sebagai orang tua dan mahasiswa, keduanya berusaha saling menguatkan agar pendidikan dapat diselesaikan.

“Jadi kalau kami itu sebenarnya saling menguatkan, saling mendukung, begitu. Jadi apa pun yang terjadi atau akan terjadi kita hadapi bersama-sama,” ujar Andy.

Pengukuhan sebagai guru besar pada perayaan pernikahan perak pun menjadi penanda perjalanan panjang mereka. Bukan hanya pencapaian di dunia akademik, momen tersebut juga merefleksikan dukungan dan perjuangan bersama selama 25 tahun membangun keluarga.

(Devona R/Sumber: UGM)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID