Piala Asia 2027 Dibayangi Isu Keamanan, Sejumlah Negara Mulai Siapkan Antisipasi

trofi piala asia -afc com

Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Arab Saudi akan menjadi tuan rumah dengan pertandingan tersebar di delapan stadion yang berada di Riyadh, Jeddah, dan Al-Khobar. (Foto: AFC)

GEBRAK.ID — Situasi keamanan di Arab Saudi menjadi sorotan menjelang penyelenggaraan Piala Asia 2027. Serangan rudal yang dilaporkan menyasar Bandara Internasional Riyadh memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan pemain, suporter, dan seluruh pihak yang terlibat dalam turnamen sepak bola terbesar di Asia tersebut.

Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Arab Saudi akan menjadi tuan rumah dengan pertandingan tersebar di delapan stadion yang berada di Riyadh, Jeddah, dan Al-Khobar.

Presiden FIFPRO Asia-Oseania, Beau Bush, menyatakan keprihatinannya terhadap dampak konflik di kawasan tersebut. Ia juga mengakui bahwa situasi keamanan menimbulkan kecemasan di kalangan pemain menjelang turnamen.

Menurut Bush, keselamatan seluruh pihak harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan kompetisi. Penyelenggara perlu memperhitungkan perkembangan situasi keamanan yang dapat berubah sewaktu-waktu.

“Penilaian risiko dilakukan sebelum memanggil semua tim nasional, dan karena situasi keamanan terus berubah, evaluasi tersebut akan sangat penting menjelang Piala Asia,” kata Bush, Rabu (14/10/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya evaluasi keamanan secara berkala sebelum tim-tim peserta datang ke Arab Saudi. Langkah antisipasi diperlukan agar keputusan terkait keikutsertaan maupun perjalanan tim dapat mempertimbangkan kondisi terkini.

Jepang Mundur dari Turnamen Esports FIFA

Kekhawatiran terhadap situasi di Arab Saudi juga terlihat dari keputusan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA). Organisasi tersebut menarik diri dari Piala Dunia FIFAe yang dijadwalkan berlangsung di negara itu pada akhir Oktober 2026.

JFA menyebut keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan informasi mengenai situasi terkini dan keamanan negara tuan rumah.

“Setelah mengevaluasi secara komprehensif informasi yang tersedia mengenai situasi terkini dan keamanan negara tuan rumah, kami telah memutuskan untuk tidak berpartisipasi,” demikian pernyataan JFA.

Di Korea Selatan, tim nasional sepak bola negara tersebut dilaporkan tengah menyiapkan alternatif untuk pertandingan persahabatan yang semula direncanakan berlangsung di Timur Tengah pada November 2026.

Pemerintah Korea Selatan juga menaikkan peringatan perjalanan untuk seluruh wilayah Arab Saudi ke Level 3 pada Minggu (11/10/2026). Tingkat peringatan tersebut berisi rekomendasi agar warga mempertimbangkan untuk meninggalkan wilayah terkait.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan meminta warga negaranya yang berada di Arab Saudi untuk pergi, kecuali jika memiliki alasan mendesak. Warga yang berencana berkunjung juga diminta membatalkan atau menunda perjalanan.

AFC Belum Berkomentar

Di tengah kekhawatiran yang berkembang, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum memberikan komentar mengenai persoalan keamanan tersebut. Padahal, penyelenggaraan Piala Asia 2027 melibatkan banyak pihak, termasuk sponsor yang berbasis di Arab Saudi seperti Aramco, Alrajhi Bank, dan NEOM.

Hingga kini, jadwal turnamen masih tercantum pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Perkembangan situasi keamanan dan hasil evaluasi risiko akan menjadi perhatian penting bagi penyelenggara serta negara-negara peserta dalam mempersiapkan keikutsertaan mereka.

(A. Rayyan K/Berbagai Sumber)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID