Radithya Bayu Juara Dunia Junior 2026 Usai Kalahkan Fardhan dalam All Indonesian Final

raditya-bayu-wardhana-1792106023658_169

Pebulu tangkis tunggal putra Raditya Bayu Wardhana meraig gelar Kejuaraan Dunia Junior 2026. (Foto: Arsip PBSI)

GEBRAK.ID — Pebulu tangkis muda Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, sukses merebut gelar juara tunggal putra BWF World Junior Championships 2026. Ia mengalahkan rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 15-9, 11-15, 15-8 di Kairo, Mesir, Sabtu (17/10/2026).

Kemenangan ini terasa istimewa bagi Radithya. Pada keikutsertaan pertamanya di kejuaraan dunia junior, ia langsung naik ke podium tertinggi setelah melewati pertarungan ketat melawan pemain yang sudah sering menjadi lawannya.

“Alhamdulillah, bersyukur bisa ikut WJC untuk pertama kalinya dan langsung juara,” kata Radithya dalam keterangan resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Radithya mengawali pertandingan dengan baik. Ia mampu mengendalikan permainan dan merebut gim pertama dengan skor 15-9. Namun, Fardhan bangkit pada gim kedua. Persaingan berlangsung ketat sebelum Fardhan berhasil memanfaatkan penurunan fokus lawannya untuk menang 15-11.

Memasuki gim penentuan, Radithya kembali menemukan ritme permainannya. Ia tampil lebih agresif dan menjaga konsentrasi hingga menutup pertandingan dengan kemenangan 15-8.

Radithya mengaku masih sulit mempercayai pencapaian tersebut. Meski sudah menjadi juara dunia junior, ia merasa masih memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi.

“Bisa juara dunia junior masih berasa seperti mimpi, cukup puas saya rasa belum karena masih ada tantangan lagi ke depannya,” ujarnya.

Radithya juga menargetkan peningkatan kemampuan ketika bergabung dengan pemusatan latihan nasional (pelatnas). Ia ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dari para pemain senior agar dapat terus memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.

“Ketika masuk pelatnas nanti, saya akan belajar banyak dari para senior agar bisa terus menampilkan yang terbaik buat Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, Fardhan harus puas dengan medali perak. Hasil tersebut menjadi kekecewaan tersendiri karena ia kembali finis sebagai runner-up setelah meraih perak pada Badminton Asia Junior Championships 2026.

Meski demikian, Fardhan melihat pertandingan itu sebagai pelajaran penting, terutama dalam menjaga mental dan konsentrasi saat menghadapi poin-poin krusial.

“Pelajaran yang saya dapatkan dari WJC tahun ini adalah mental dan fokusnya. Apalagi di poin 15 ini semuanya bisa terjadi,” kata Fardhan.

Final sesama wakil Indonesia ini menjadi catatan bersejarah bagi tunggal putra Merah Putih. Menurut laporan PB Djarum, Indonesia untuk pertama kalinya sejak kejuaraan dunia junior digelar pada 1992 menghadirkan dua wakil di final tunggal putra.

Gelar Radithya sekaligus menegaskan potensi pemain muda Indonesia untuk bersaing di level internasional. Sementara bagi Fardhan, kekalahan ini menjadi bekal untuk memperbaiki konsistensi dan mengejar prestasi yang lebih tinggi pada turnamen berikutnya.

(A. Rayyan K/Sumber: PBSI)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID