Udara Palangka Raya Masih Berbahaya Hari Ini, Jarak Pandang Anjlok 400 Meter Akibat Karhutla

1792562257050

Status Tanggap Darurat Diperpanjang hingga 9 November, 11.276 Warga Terjangkit ISPA dan Penerbangan Lumpuh. (Foto: ist)

GEBRAK.ID,PALANGKA RAYA – Kualitas udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih berada dalam kategori Berbahaya pada Selasa (21/10/2026). Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat jarak pandang terbatas hingga hanya 400 meter. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, kondisi ini belum menunjukkan perbaikan signifikan meski wilayah tersebut sempat diguyur hujan selama dua hari pada pekan lalu.

Kompas TV melaporkan pada 17 Oktober 2026, hujan memang sempat membantu menipiskan kabut asap di Jalan Yos Sudarso. Saat itu jarak pandang berkisar 400 meter, namun kualitas udara tetap dalam kategori berbahaya. Pantauan udara bahkan menunjukkan asap masih mengepul dari sejumlah lahan di dekat jalan raya, menandakan kebakaran masih berlangsung.

PM2.5 Tembus Ratusan Mikrogram, Jauh di Atas Ambang Berbahaya

Data BMKG mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Palangka Raya terus berada di level ekstrem. Pada Jumat (16/10/2026) pukul 15.00 WIB tercatat 774,5 mikrogram per meter kubik, sementara pada pemantauan lain PM2.5 mencapai 1.100,6 mikrogram per meter kubik pada pukul 15.00 WIB dan membuat jarak pandang di beberapa titik kurang dari 100 meter. Angka tersebut jauh melampaui ambang batas kategori berbahaya yang ditetapkan BMKG yakni di atas 250,5 mikrogram per meter kubik.

Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya Ika Priti menyebut jarak pandang di ibu kota provinsi hanya mencapai 400 meter akibat rendahnya kecepatan angin di bawah 10 km/jam pada pagi hingga siang. Kondisi serupa juga dilaporkan Kantor Berita ANTARA dan CNN Indonesia yang menyebut kabut asap kembali menyelimuti kota di tengah upaya pemadaman.

Dampak Kesehatan dan Transportasi: 11.276 Kasus ISPA, 298 Penerbangan Terganggu

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mencatat dampak kesehatan semakin serius. Sejak Juni hingga 19 Oktober 2026, tercatat 11.276 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), meningkat dari 10.233 kasus pada pencatatan sebelumnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menyebut Oktober saja menyumbang 1.743 kasus hingga periode tersebut.

Untuk merespons lonjakan kasus, Dinas Kesehatan menyiagakan 11 puskesmas, 43 puskesmas pembantu, dan layanan mobil oksigen keliling yang beroperasi 24 jam.

Tidak hanya kesehatan, transportasi udara juga lumpuh. Otoritas Bandar Udara Wilayah VII mencatat jarak pandang minimum pada periode 12-18 Oktober mencapai 50 meter di Bandara Haji Asan Sampit, 80 meter di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, dan 100 meter di Bandara Haji Muhammad Sidik. Sebanyak 298 penerbangan di Kalimantan Tengah terdampak kabut asap, termasuk pembatalan dan penundaan. Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII Ferdinan Nurdin menegaskan, “Jarak pandang penerbangan paling rendah memang ada di bandara Kalimantan Tengah. Bahkan, visibility di Bandara Haji Asan, Sampit, tercatat hanya 50 meter.”

Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Pemerintah Kota Palangka Raya resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana karhutla hingga 9 November 2026. Keputusan diambil setelah rapat koordinasi bersama Forkopimda, BMKG, BPBD Provinsi dan Kota pada 8 Oktober 2026.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan perpanjangan dilakukan setelah evaluasi perkembangan karhutla dan kondisi udara. BPBD mencatat 832 kejadian karhutla sepanjang 1 Juni hingga 8 Oktober 2026 dengan total lahan terbakar mencapai 1.407,75 hektare.

Di Kotawaringin Timur saja, dalam 24 jam hingga 19 Oktober tercatat 429 titik panas, dengan Kecamatan Teluk Sampit menyumbang 112 titik. Pemerintah mengimbau warga tetap menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan mewaspadai ancaman gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

(Dinar K/ berbagai sumber)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID