UNICEF: Lebih dari 340 Anak Tewas di Gaza Sejak Gencatan Senjata Oktober 2025 Berlaku

anak-anak-palestina-freep

UNICEF melaporkan, lebih dari 340 anak tewas dan ratusan lainnya terluka di Jalur Gaza, Palestina, sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. Kekerasan yang masih berlangsung membuat anak-anak Palestina terus menghadapi ancaman keselamatan, pengungsian, dan krisis kemanusiaan. (Foto ilustrasi: Freepik)

GEBRAK.ID — Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) melaporkan lebih dari 340 anak tewas dan ratusan lainnya terluka di Jalur Gaza, Palestina, sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. Kekerasan yang masih berlangsung membuat anak-anak Palestina terus menghadapi ancaman keselamatan, pengungsian, dan krisis kemanusiaan.

Juru bicara UNICEF, Ricardo Pires, menyampaikan laporan tersebut dalam konferensi pers di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Jumat (16/10/2026). Ia mengatakan serangan udara, serangan pesawat nirawak, dan tembakan masih menimbulkan korban meski gencatan senjata telah diberlakukan.

Dalam dua pekan terakhir, lima anak laki-laki dan dua anak perempuan dilaporkan tewas. Sedikitnya 33 anak lainnya mengalami luka serius. Dua anak laki-laki juga meninggal akibat luka yang mereka derita sebelumnya.

“Bagi keluarga yang berduka karena kehilangan anak-anak mereka, angka-angka mengerikan itu tidak mencerminkan gencatan senjata seperti yang dibayangkan kebanyakan orang,” kata Pires, sebagaimana disampaikan UNICEF.

Penderitaan anak-anak Gaza juga terlihat dari kondisi tempat tinggal mereka. UNICEF memperkirakan sekitar 800.000 anak masih mengungsi. Sebagian besar tinggal di tenda atau bangunan rusak yang berbahaya akibat pengeboman.

Selain kehilangan tempat tinggal, sekitar 60.000 anak diperkirakan telah kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka selama perang maupun sejak gencatan senjata diumumkan. UNICEF juga menilai hampir seluruh anak di Gaza membutuhkan dukungan kesehatan mental untuk membantu mereka pulih dari trauma.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan menjelang musim dingin. Anak-anak Gaza menghadapi musim dingin keempat di tengah keterbatasan tempat berlindung, sanitasi, dan layanan dasar. Meski bantuan kemanusiaan dan pasokan pangan mulai membaik secara terbatas setelah gencatan senjata, dampak perang masih memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.

Di tengah situasi sulit itu, upaya memulihkan pendidikan terus berjalan. UNICEF mencatat lebih dari 560.000 anak telah kembali mengikuti kegiatan belajar sejak gencatan senjata diumumkan. Kegiatan tersebut berlangsung, antara lain, di lebih dari 200 pusat pembelajaran yang mendapat dukungan UNICEF.

Namun, banyak layanan penting masih belum berfungsi secara memadai. UNICEF juga menyoroti keterbatasan pendanaan yang belum sebanding dengan besarnya kebutuhan kemanusiaan di wilayah tersebut.

Secara terpisah, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tarik Jašarević, mengatakan satu evakuasi medis dari Gaza telah dilaksanakan pada 12 Oktober. PBB, kata dia, terus mendukung evakuasi pasien agar mereka dapat memperoleh perawatan khusus yang belum tersedia di Jalur Gaza.

UNICEF menegaskan bahwa gencatan senjata perlu disertai perlindungan nyata bagi anak-anak, akses bantuan yang memadai, serta pemulihan layanan dasar agar mereka dapat hidup dan tumbuh dengan aman.

(Sumber: WADA)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID