Usai Kandas di Tunggal, Janice Tjen Bangkit di Ganda dengan Lolos Semifinal Birmingham Classic

petenis-indonesia-janice-tjen-1024x683-2

Petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen. (Foto: WTA)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Petenis Indonesia Janice Tjen menunjukkan mental juara di Birmingham Classic 2026. Setelah harus mengakhiri langkahnya di nomor tunggal putri, Janice berhasil bangkit dan menjaga asa meraih gelar melalui sektor ganda putri bersama pasangan asal Australia, Talia Gibson.

Duet unggulan kedua tersebut memastikan tiket semifinal usai menaklukkan pasangan Australia-Inggris, Taylah Preston dan Katie Swan, dalam dua set langsung 6-4, 6-2 pada pertandingan yang berlangsung di Inggris, Kamis (4/6/2026).

Kemenangan itu diraih dengan penampilan meyakinkan. Janice dan Gibson mampu mengendalikan pertandingan sejak awal hingga akhir, bahkan hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengamankan tempat di empat besar turnamen lapangan rumput tersebut.

Berdasarkan statistik pertandingan yang dirilis WTA, pasangan Indonesia-Australia itu tampil lebih efektif dalam servis maupun pengembalian bola. Pada set pertama, mereka mencatatkan dua ace dan berhasil mengonversi dua dari tiga peluang break point yang didapat.

Keunggulan tersebut menjadi pembeda dalam duel yang berlangsung ketat. Janice dan Gibson mengumpulkan 31 poin dari total 57 poin yang diperebutkan atau sekitar 54,4 persen, unggul atas Preston dan Swan yang hanya meraih 45,6 persen poin.

Dominasi keduanya semakin terlihat pada set kedua. Janice dan Gibson tampil jauh lebih agresif dengan mencatatkan empat ace tanpa balasan. Mereka juga mampu menjaga servis dengan sangat baik sehingga tidak memberikan satu pun break point kepada lawan.

Sebaliknya, Preston dan Swan kesulitan keluar dari tekanan. Janice dan Gibson sukses memanfaatkan dua dari empat peluang break point yang diperoleh untuk memperlebar keunggulan.

Efektivitas servis juga menjadi salah satu faktor penting kemenangan mereka. Duet unggulan kedua itu memenangkan 72,7 persen poin saat melakukan servis, jauh di atas lawan yang hanya mampu mencatatkan 55 persen.

Statistik tersebut menggambarkan betapa solidnya permainan Janice dan Gibson. Pada set kedua saja mereka menguasai hampir 60 persen poin yang diperebutkan sebelum akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 6-2.

Hasil ini sekaligus melanjutkan tren positif pasangan tersebut di Birmingham Classic. Pada babak sebelumnya, Janice dan Gibson tampil luar biasa saat menghancurkan pasangan China-Thailand, Tang Qianhui dan Manachaya Sawangkaew, dengan skor telak 6-3, 6-0 hanya dalam waktu 47 menit.

Keberhasilan melaju ke semifinal menjadi pelipur lara bagi Janice setelah perjalanan di nomor tunggal harus terhenti lebih awal. Petenis kelahiran Jakarta itu sebelumnya gagal melangkah ke perempat final usai dikalahkan petenis Amerika Serikat, Ashlyn Krueger, dengan skor 1-6, 3-6.

Dalam pertandingan tersebut, Krueger yang datang dari jalur kualifikasi tampil dominan dan mampu memanfaatkan servis pertamanya dengan sangat efektif. Meski sempat memberikan perlawanan pada set kedua, Janice belum mampu membendung permainan agresif lawannya.

Kini fokus Janice sepenuhnya tertuju pada sektor ganda. Kesempatan meraih gelar di Birmingham Classic masih terbuka lebar, terlebih performanya bersama Gibson terus menunjukkan peningkatan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan seperti pada babak perempat final, Janice dan Gibson berpeluang melangkah lebih jauh sekaligus mencatatkan prestasi penting menjelang rangkaian turnamen lapangan rumput menuju Grand Slam Wimbledon 2026.

(Sumber: WTA)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID