Beasiswa Chevening–Kemendikdasmen Resmi Dibuka: Kesempatan Kuliah S2 di Inggris Mulai Daftar 4 Agustus 2026
Editor: Endro Yuwanto
GEBRAK.ID, JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Pemerintah Inggris resmi meluncurkan kemitraan Program Beasiswa Chevening untuk memperluas kesempatan masyarakat Indonesia menempuh pendidikan magister (S2) di Inggris.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman Beasiswa Chevening–Kemendikdasmen di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Kamis (30/7/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama strategis Indonesia dan Inggris dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Melalui kemitraan yang berlaku hingga tahun ajaran 2029–2030, kedua pemerintah akan memberikan dukungan kepada para profesional di sektor pendidikan dasar dan menengah untuk melanjutkan studi S2 di berbagai universitas di Inggris melalui Program Beasiswa Chevening.
Para penerima beasiswa diharapkan memperoleh pengalaman akademik, keterampilan kepemimpinan, serta jejaring internasional yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong transformasi pendidikan di Indonesia setelah menyelesaikan studi.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata di Indonesia.
“Di Kemendikdasmen, kami berkomitmen mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. Salah satu kunci untuk mencapai visi tersebut adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu merumuskan kebijakan sekaligus menerapkannya secara nyata di lapangan. Upaya ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui semangat partisipasi semesta,” ujar Suharti dalam siaran pers Kemendikdasmen, Senin (3/8/2026).
Menurut Suharti, kolaborasi dengan berbagai mitra internasional menjadi langkah strategis untuk membuka akses yang lebih luas terhadap ilmu pengetahuan, pengalaman global, serta jaringan profesional bagi insan pendidikan Indonesia.
“Melalui kemitraan ini, para profesional Indonesia di bidang pendidikan dasar dan menengah akan memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan studi pascasarjana di Inggris. Pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh nantinya diharapkan dapat memperkuat kapasitas sektor pendidikan nasional,” jelas Suharti.
Suharti menambahkan, penerima Beasiswa Chevening–Kemendikdasmen diwajibkan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan dan mengabdikan diri minimal selama dua tahun. Ketentuan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey, menegaskan bahwa Program Chevening tidak hanya memberikan kesempatan belajar di luar negeri, tetapi juga membentuk calon pemimpin masa depan melalui peningkatan kompetensi, kepercayaan diri, dan jejaring internasional.
“Pendidikan adalah salah satu investasi paling penting yang dapat dilakukan suatu negara untuk masa depannya. Kami sangat senang meluncurkan kemitraan baru dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, yang akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studi S2 di Inggris sebagai penerima Beasiswa Chevening,” kata Dominic.
Dominic juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Kemendikdasmen kepada Pemerintah Inggris dalam memperkuat kolaborasi pendidikan. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan implementasi nyata dari Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris yang diluncurkan pada awal tahun 2026.
Pendaftaran Beasiswa Chevening–Kemendikdasmen untuk tahun ajaran 2027–2028 akan dibuka mulai 4 Agustus hingga 6 Oktober 2026. Program ini ditujukan bagi para profesional di bidang pendidikan yang ingin meningkatkan kompetensi melalui studi magister di Inggris.
Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, serta proses pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Chevening dan kanal media sosial Kedutaan Besar Inggris di Indonesia.
Melalui kemitraan ini, Kemendikdasmen berharap semakin banyak pendidik dan tenaga kependidikan Indonesia memperoleh kesempatan belajar di tingkat internasional, sehingga mampu menghadirkan inovasi dan memperkuat kualitas pendidikan nasional di masa depan.
(Sumber: Kemendikdasmen)

