SNT 10 Kabupaten Kupang Buka Jalan Baru bagi Mimpi Anak-Anak NTT
SNT 10 Kabupaten Kupang hadir membuka peluang anak-anak NTT mengembangkan bakat dan mengejar cita-cita melalui pendidikan berkualitas.
Chika (kiri) murid jenjang SMA yang melanjutkan pendidikan di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 10 Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto
GEBRAK.ID, KUPANG — Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 10 Kabupaten Kupang membawa harapan baru bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ingin mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengoperasikan SNT 10 Kabupaten Kupang pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah ini hadir untuk memperluas akses pendidikan bermutu sekaligus memberikan ruang bagi murid berprestasi untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Antusiasme terlihat dari para murid baru yang mulai menjalani proses pembelajaran di sekolah tersebut. Salah satunya Marisa, murid jenjang SMP yang tertarik masuk SNT karena melihat kualitas pendidikan, kedisiplinan, serta beragam kegiatan pengembangan diri.
“Karena SNT punya kualitas pendidikan yang bagus, disiplin, dan banyak kegiatan yang bisa mengembangkan diri kita,” ujar Marisa dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Rabu (12/8/2026).
Marisa tidak hanya memiliki ketertarikan pada sepak bola. Ia juga memiliki bakat menyanyi yang pernah membawanya meraih juara dalam kompetisi di gereja ketika masih duduk di bangku SD.
“Waktu SD pernah ikut lomba menyanyi di gereja dan juara satu,” kenangnya.
Prestasi tersebut ia raih melalui latihan yang rutin. Marisa mengaku terus berlatih di rumah meski sempat mengalami kegagalan.
“Saya rajin bernyanyi di rumah dan selalu latihan setiap hari agar suara saya lebih baik, dan tidak pernah menyerah. Walaupun awalnya sering gagal,” jelasnya.
Kini, Marisa berharap fasilitas dan dukungan guru di SNT 10 Kabupaten Kupang dapat membantunya mengembangkan bakat secara lebih maksimal. “Karena SNT punya fasilitas dan guru pembimbing yang bisa bantu saya mengasah bakat lebih maksimal dan lancar,” katanya.
Cerita serupa datang dari Chika, murid baru jenjang SMA. Ia memiliki pengalaman di sejumlah kompetisi literasi dengan torehan Juara 1 Lomba Puisi, Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia, serta Juara Harapan 1 Cerdas Cermat tingkat kabupaten.
“Saya suka puisi dan pidato,” kata Chika.
Berbagai prestasi itu tidak lepas dari proses latihan. Chika mengaku harus belajar dari kesalahan sekaligus melawan rasa gugup ketika tampil dalam kompetisi. “Saya banyak latihan, belajar dari kesalahan, dan terus berusaha walaupun kadang merasa gugup,” ungkapnya.
Pilihan Chika melanjutkan pendidikan di SNT 10 Kabupaten Kupang juga berangkat dari keinginannya untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mengasah kemampuan. “Karena saya ingin lebih percaya diri dan terus mengembangkan kemampuan saya,” ujarnya.
Pendampingan terhadap murid pun langsung menjadi perhatian tim pendidik SNT 10 Kabupaten Kupang. Selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) mendampingi murid melalui kegiatan bersama maupun kelompok diskusi.
Guru IPAS SNT 10 Kabupaten Kupang Dian Ahmad Sasmito mengatakan tim pendidik juga terlibat dalam berbagai kegiatan MPLS, mulai dari menjadi moderator, narasumber hingga instruktur Senam Anak Indonesia Hebat.
“Selama MPLS ini tim Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) membersamai anak-anak secara kolosal ataupun dalam discussion group. Selain itu, kami juga memandu jalannya kegiatan MPLS menjadi moderator, narasumber, instruktur senam anak Indonesia hebat. Utamanya kami memberikan layanan kepada murid jika terjadi kendala ataupun membutuhkan pendampingan,” ujar Dian Ahmad.
Menurut Dian Ahmad, para murid membawa potensi, cita-cita, dan harapan yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang. Ia berharap SNT 10 Kabupaten Kupang dapat ikut memperluas pemerataan pendidikan berkualitas.
“Saya melihat bakat, cita-cita anak-anak, dan harapan. Sehingga ke depannya saya berharap melalui SNT ini bisa menjadi sekolah yang memeratakan layanan pendidikan yang berkualitas dan membantu anak-anak untuk menggapai mimpinya,” pungkas Dian Ahmad.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebelumnya menekankan bahwa setiap murid memiliki kemampuan dan kebutuhan belajar yang berbeda. Karena itu, pendekatan pendidikan perlu memberikan ruang agar setiap anak dapat tumbuh sesuai potensi yang dimilikinya.
“Model pendidikan khusus ini adalah satu pilihan agar kalian semua dapat tumbuh, dapat berkembang sesuai dengan kemampuan akademik yang kalian miliki, dan berkembang menjadi generasi hebat Indonesia 2045,” kata Abdul Mu’ti kepada para murid dalam kegiatan MPLS di Bogor.
Bagi Marisa dan Chika, SNT 10 Kabupaten Kupang kini menjadi bagian penting dari perjalanan mereka. Keduanya membawa pengalaman dan prestasi dari daerah untuk kemudian mengembangkan kemampuan di lingkungan pendidikan yang baru.
Kehadiran SNT 10 Kabupaten Kupang pun bukan sekadar membuka sekolah baru. Di dalamnya terdapat harapan agar anak-anak di NTT memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, menemukan potensi, dan perlahan mewujudkan mimpi mereka.
(Sumber: Kemendikdasmen)
