Kepala BKHM Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha Wakili Pemerintah Indonesia di World CIO 200 Winner 2026
Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yudhistira Nugraha, terpilih sebagai World CIO 200 Winner — Class of 2026. (Foto: Istimewa)
GEBRAK.ID, COLOMBO — Pengalaman Indonesia dalam membangun layanan publik berbasis teknologi mendapat sorotan di panggung internasional. Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yudhistira Nugraha, terpilih sebagai World CIO 200 Winner — Class of 2026.
Yudhistira menjadi satu-satunya perwakilan sektor pemerintah dalam delegasi Indonesia yang masuk dalam jajaran World CIO 200 Winner. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari World CIO 200 Grand Finale 2026 yang berlangsung di Colombo, Sri Lanka, pada 22–24 September 2026. Penyelenggara menyebut ajang tersebut mempertemukan ratusan pemimpin teknologi dari lebih dari 50 negara.
Dalam publikasi BOTS 9.0 – Book of Titans, Yudhistira tercatat pada sektor Government dengan Rumah Pendidikan sebagai signature project. Pengakuan itu sekaligus membawa pengalaman transformasi digital pendidikan Indonesia ke forum global.
Yudhistira juga menjadi panelis dalam sesi “Government Without Borders: Who Will Build the World’s Next Digital Nation?”. Dalam forum tersebut, ia membawa pengalaman sekitar 20 tahun bekerja di pemerintahan, mulai dari e-government, keamanan siber, pelindungan data pribadi, Jakarta Smart City, hingga transformasi digital pendidikan dan komunikasi publik.
Perjalanan Yudhistira mencakup sejumlah institusi, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kemendikbudristek, dan Kemendikdasmen.
Saat berada di Jakarta Smart City, ia bersentuhan langsung dengan pengembangan layanan digital untuk masyarakat, termasuk Superaplikasi JAKI. Pengalaman tersebut kemudian berkembang ketika ia memimpin Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek dan Kemendikdasmen.
Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah Rumah Pendidikan, superaplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan dalam satu ekosistem digital. Platform tersebut sebelumnya meraih Winner WSIS Prizes 2026 kategori e-Government yang diselenggarakan International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss.
Rumah Pendidikan terpilih setelah menyisihkan 1.596 inovasi digital dari 122 negara. ITU mencatat platform tersebut sebagai Indonesia’s Unified Digital Education Platform dan menempatkannya pada kategori e-Government.
Penghargaan itu juga mencatat sejarah bagi Indonesia. Rumah Pendidikan menjadi inovasi Indonesia pertama yang meraih predikat Winner dalam kategori e-Government sejak WSIS Prizes dimulai pada 2012.
Kini, Yudhistira melihat transformasi digital pemerintah dari perspektif komunikasi publik. Menurutnya, keberhasilan teknologi tidak cukup diukur dari banyaknya aplikasi yang dibangun atau sistem yang berhasil terintegrasi. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat dapat memahami layanan, memperoleh akses, dan merasakan manfaatnya.
Dalam World CIO 200 Grand Finale 2026, Yudhistira bergabung dengan sejumlah pemimpin teknologi Indonesia lainnya, antara lain Vinardo Susanto, Andri Hidayat, Josafat Moeljono, Hendy Harianto, Yessie Yosetya, Irvan Bastian Arief, Ichwan Peryana, Edy Susanto, Sudarto Unsurlany, dan Regent Chowin.
Sebelumnya, pada World CIO 200 Indonesia Edition di Jakarta, 3 Juni 2026, Yudhistira memperoleh CIO 200 Recognition dalam Master Category, kategori bagi pemimpin digital dengan pengalaman 15–20 tahun.
Keikutsertaannya di Colombo memperluas ruang bagi pengalaman sektor publik Indonesia untuk dibahas bersama pemimpin teknologi dari berbagai negara. Di tengah perkembangan kecerdasan artifisial, keamanan siber dan pengelolaan data, tantangan pemerintah tidak lagi sebatas membangun teknologi, tetapi memastikan teknologi benar-benar memperbaiki hubungan antara layanan publik dan masyarakat.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID