Xavi Hernandez Resmi Tangani Timnas Belanda: Misi Baru Usai Era Ronald Koeman

Xavi Hernandez resmi menjadi pelatih timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030 setelah menggantikan Ronald Koeman.

Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih baru timnas Belanda pada Kamis (13/8/2026). KNVB.com

Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih baru timnas Belanda pada Kamis (13/8/2026). (Foto: KNVB.com)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA — Timnas Belanda memasuki era baru setelah Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih kepala pada Kamis (13/8/2026). Mantan legenda Barcelona dan timnas Spanyol itu menggantikan Ronald Koeman yang memilih mundur setelah Oranje mendapat hasil mengecewakan pada Piala Dunia 2026.

KNVB memastikan Xavi menandatangani kontrak jangka panjang hingga Piala Dunia FIFA 2030. Penunjukan tersebut sekaligus menandai kembalinya Xavi ke dunia kepelatihan setelah sekitar dua tahun meninggalkan Barcelona.

“Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional putra Belanda. Xavi telah menyepakati kontrak hingga Piala Dunia FIFA 2030,” tulis KNVB dalam pernyataan resminya.

Xavi menyambut penunjukan tersebut dengan antusias. Ia menganggap kesempatan menangani Belanda sebagai sebuah kehormatan, terlebih dirinya memiliki hubungan erat dengan filosofi sepak bola Negeri Kincir Angin.

“Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” kata Xavi.

Pengaruh Johan Cruyff dan Rinus Michels turut membentuk cara pandang Xavi terhadap sepak bola. Keduanya menjadi bagian dari sosok yang menginspirasinya ketika menimba ilmu sepak bola di akademi Barcelona.

Xavi juga menyebut Louis van Gaal dan Frank Rijkaard sebagai figur penting dalam perjalanan kariernya. Van Gaal bahkan memberikan kesempatan kepada Xavi untuk menjalani debut bersama Barcelona.

“Bisa dikatakan saya adalah bagian dari produk sepak bola Belanda. Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang memberi saya debut di Barcelona, serta Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih,” ujar Xavi.

Menariknya, Xavi kembali bertemu dengan jabatan yang sebelumnya pernah ia ambil dari Koeman. Pada 2021, ia menggantikan Koeman di Barcelona dan kemudian membawa La Blaugrana meraih gelar juara LaLiga Spanyol musim 2022/2023.

Kini, tantangan Xavi jauh berbeda. Ia harus membangun kembali Belanda setelah perjalanan buruk di Piala Dunia 2026. Oranje tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Maroko dalam turnamen yang berlangsung di Amerika Utara.

Xavi melihat karakter sepak bola Belanda memiliki banyak kesamaan dengan prinsip permainan yang ingin ia terapkan.

“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan,” jelas Xavi.

Meski demikian, Xavi menegaskan hasil pertandingan tetap menjadi tujuan utama. Ia ingin membawa Belanda meraih kemenangan tanpa meninggalkan identitas permainan yang selama ini melekat pada sepak bola Belanda.

“Tentu saja, tujuan paling penting selalu dan akan selalu menjadi kemenangan. Namun, saya lebih memilih meraihnya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan dapat dinikmati oleh masyarakat,” kata Xavi.

Xavi membawa pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih ke kursi pelatih Belanda. Bersama Barcelona dan timnas Spanyol, ia pernah meraih Piala Dunia 2010 serta dua gelar Piala Eropa pada 2008 dan 2012.

Setelah gantung sepatu, Xavi memulai karier kepelatihan bersama Al Sadd pada 2019. Ia mempersembahkan tujuh trofi untuk klub Qatar tersebut sebelum kembali ke Barcelona pada 2021.

Di Barcelona, Xavi berhasil mengakhiri penantian gelar LaLiga selama empat tahun dengan membawa klub menjuarai kompetisi tersebut pada musim 2022/23. Ia juga mempersembahkan Piala Super Spanyol 2023.

Namun, performa Barcelona kemudian menurun. Xavi meninggalkan klub setelah musim 2023/24 tanpa tambahan trofi.

Setelah berpisah dengan Barcelona, Xavi memilih mengambil waktu untuk beristirahat meski sempat mendapat tawaran dari sejumlah klub dan tim nasional. Dalam beberapa bulan terakhir, ia juga mengungkapkan keinginannya untuk kembali menangani sebuah tim nasional.

Belanda akhirnya menjadi pilihan. Kini, Xavi menghadapi pekerjaan besar untuk membangun kembali Oranje sekaligus membawa tim tersebut menuju target jangka panjang hingga Piala Dunia 2030.

(Sumber: KNVB)