Islam Makhachev Sesumbar Jelang Lawan Garry di UFC 330: Bukan Tantangan Terberat

Islam Makhachev menilai Ian Machado Garry bukan lawan terberat jelang duel UFC 330. Ia yakin punya banyak cara untuk menang.

Juara kelas welter Ultimate Fighting Championship (UFC) Islam Makhachev (kiri) dan Ian Machado Garry menjalani sesi face-off di media sosial yang dipantau di Jakarta, Kamis (13/8/2026). (Foto: Instagram resmi UFC/@ufc)

Juara kelas welter Ultimate Fighting Championship (UFC) Islam Makhachev (kiri) dan Ian Machado Garry menjalani sesi face-off di media sosial yang dipantau di Jakarta, Kamis (13/8/2026). (Foto: Instagram resmi UFC/@ufc)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID — Juara kelas welter UFC Islam Makhachev melontarkan pernyataan percaya diri menjelang duel menghadapi Ian Machado Garry pada UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (15/8/2026). Makhachev menilai Garry memang memiliki kemampuan bertarung yang bagus.

Namun, petarung asal Dagestan, Rusia, itu tidak menganggap Garry sebagai lawan paling sulit yang pernah ia hadapi sepanjang kariernya.

“Pertarungan melawan Ian Machado Garry ini bukan tantangan terbesar saya,” kata Makhachev dalam sesi media day UFC 330, dikutip dari laman resmi UFC, Kamis (13/8/2026).

Makhachev juga sudah mendengar berbagai pernyataan Garry mengenai ambisinya meraih kemenangan mengejutkan sekaligus merebut sabuk juara kelas welter.

Meski baru menjalani pertarungan keduanya di kelas 170 pon, Makhachev tetap mengakui kualitas lawannya. Ia menilai Garry memiliki kemampuan striking dan pertahanan gulat yang cukup baik.

Penilaian itu muncul setelah Makhachev melihat penampilan Garry dalam pertarungan terakhirnya melawan Jack Della Maddalena.

Namun, Makhachev merasa memiliki gaya bertarung yang sulit diatasi Garry. Ia bahkan mengaku sudah menemukan sejumlah kelemahan yang bisa dimanfaatkan saat keduanya bertemu di octagon.

“Kita lihat saja bagaimana dia mempersiapkan diri untuk menghadapi gaya bertarung saya,” ujar Makhachev.

Makhachev juga mengkritik pola permainan Garry yang menurutnya lebih banyak menghindari pertarungan terbuka. Ia menilai petarung asal Irlandia itu kerap mengandalkan perolehan poin untuk mengamankan kemenangan.

“Dia memiliki gaya bertarung yang sama di setiap pertarungan. Dia hanya berlari mundur dan berusaha meraih poin. Saya tidak ingat kapan terakhir kali dia mengalahkan lawan dengan KO,” kata Makhachev.

Makhachev Punya Banyak Cara

Pertarungan ini mempertemukan dua petarung dengan karakter berbeda. Garry dikenal memiliki kemampuan striking dan pertahanan gulat yang solid, sedangkan Makhachev mengandalkan kemampuan grappling serta kontrol pertarungan yang menjadi ciri khasnya.

Makhachev menyadari banyak pihak menyebut duel tersebut sebagai pertarungan klasik antara striker dan pegulat. Kendati demikian, pemegang sabuk juara kelas welter itu percaya memiliki lebih dari satu cara untuk mengatasi Garry.

“Saya tahu saya punya banyak cara untuk menang dan mempertahankan sabuk saya,” tegas Makhachev.

Duel UFC 330 pun menjadi ujian penting bagi Garry. Ia berusaha membuktikan bahwa dirinya mampu mengalahkan salah satu petarung terbaik UFC sekaligus merebut gelar kelas welter.

Sementara bagi Makhachev, kemenangan akan memperkuat dominasinya di kelas welter setelah sebelumnya dikenal sebagai penguasa kelas ringan UFC.

Pertarungan keduanya di Philadelphia dipastikan menarik perhatian karena bukan hanya mempertaruhkan kemenangan, tetapi juga sabuk juara kelas welter UFC.

(Sumber: UFC)