Kunlavut Vitidsarn Cetak Sejarah Jadi Tunggal Putra Thailand Pertama Peraih Emas Asian Games

kunlavut-vitidsarn-reuters1790680538570_169

Kunlavut Vitidsarn mencetak sejarah besar untuk bulu tangkis Thailand. Pebulu tangkis berusia 25 tahun itu menjadi tunggal putra Thailand pertama yang berhasil merebut medali emas Asian Games setelah menaklukkan Loh Kean Yew dari Singapura di final Aichi-Nagoya 2026. (Foto: Reuters)

GEBRAK.ID — Kunlavut Vitidsarn mencetak sejarah besar untuk bulu tangkis Thailand. Pebulu tangkis berusia 25 tahun itu menjadi tunggal putra Thailand pertama yang berhasil merebut medali emas Asian Games setelah menaklukkan Loh Kean Yew dari Singapura di final Aichi-Nagoya 2026.

Kunlavut tampil dominan dalam pertandingan yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Selasa (29/9/2026). Unggulan pertama tersebut mengalahkan Loh Kean Yew dua gim langsung dengan skor 21-12, 21-16.

Kemenangan itu sekaligus mengakhiri penantian panjang Thailand untuk mendapatkan emas bulu tangkis nomor tunggal putra di Asian Games. Sebelum Kunlavut, pencapaian terbaik Thailand pada nomor tersebut hanya berupa medali perunggu yang diraih pada 1970.

Pertandingan sempat berlangsung ketat pada awal gim pertama. Kedua pemain berimbang hingga kedudukan 8-8. Setelah itu, Kunlavut mampu mengambil kendali permainan dengan mencetak tujuh poin beruntun untuk menjauh 15-8.

Loh sempat memangkas jarak menjadi 11-15. Namun, Kunlavut tidak membiarkan lawannya kembali masuk dalam tekanan. Pemain Thailand itu terus menjaga keunggulan hingga mencapai game point 20-12 sebelum menutup gim pertama 21-12.

Memasuki gim kedua, Kunlavut kembali mengambil inisiatif. Ia membuka jarak 10-5 sebelum Loh mencoba mengejar dan mengubah kedudukan menjadi 8-10.

Kunlavut kemudian tetap tenang menghadapi tekanan. Ia mencapai interval dalam posisi unggul 11-8 dan terus menjaga keunggulan setelah interval.

Loh sempat mendekat hingga hanya tertinggal satu angka pada kedudukan 15-16. Namun, Kunlavut kembali memperlebar jarak dan akhirnya mengamankan empat poin berikutnya untuk menutup pertandingan 21-16. ([Khaosod English][2])

Perjalanan Kunlavut menuju final juga tidak mudah. Di semifinal, ia menghadapi tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan. Kunlavut menang 21-13, 21-15 dan memastikan tiket ke partai puncak. Sebelum itu, Alwi harus melewati rangkaian pertandingan yang padat sejak nomor beregu.

Alwi mengakui kondisi fisiknya terkuras setelah tampil di nomor beregu dan harus menjalani beberapa pertandingan dalam waktu berdekatan.

“Saya sudah mencoba dan saya sudah memaksa tubuh saya, tapi saya rasa tubuh saya benar-benar kelelahan,” kata Alwi setelah kalah dari Kunlavut.

Sementara itu, Loh juga mencatat sejarah bagi Singapura dengan menjadi pemain pertama dari negaranya yang mencapai final bulu tangkis Asian Games nomor tunggal putra. Sebelumnya, Loh menyingkirkan Jonatan Christie di perempat final dan mengalahkan Yoo Tae-bin pada semifinal.

Dengan kemenangan atas Loh, Kunlavut kini tidak hanya membawa pulang emas untuk Thailand. Ia juga menorehkan namanya sebagai bagian dari sejarah baru bulu tangkis Negeri Gajah Putih di panggung Asian Games.

(A. Rayyan K/Sumber: OCA)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID