MotoGP 2027 Batal Terapkan Aturan Satu Motor per Pembalap

MotoGP memilih Rio de Janeiro, Brasil, sebagai panggung pembuka menuju musim 2027.

MotoGP memilih Rio de Janeiro, Brasil, sebagai panggung pembuka menuju musim 2027. MotoGP 2027 batal menerapkan aturan satu motor per pembalap setelah pabrikan gagal mencapai kesepakatan bulat. (Foto: MotoGP)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID — Wacana penerapan aturan satu motor untuk setiap pembalap di MotoGP 2027 dipastikan batal. Usulan tersebut tidak mendapat kesepakatan bulat dari para pabrikan yang tergabung dalam Motorcycle Sports Manufacturers Association (MSMA).

Pembahasan mengenai aturan tersebut berlangsung di Silverstone, Inggris, akhir pekan lalu. Mengutip laporan media Spanyol El Periodico, Jumat (14/8/2026) penolakan KTM menjadi salah satu faktor penting yang membuat rencana itu gagal disahkan.

Dalam regulasi MSMA, perubahan aturan membutuhkan persetujuan seluruh anggota. Artinya, keputusan tidak bisa berjalan jika masih ada pabrikan yang menolak.

Gagasan satu motor untuk setiap pembalap awalnya muncul sebagai upaya menekan biaya operasional tim. Aprilia dan Ducati menjadi dua pabrikan yang paling mendukung rencana tersebut.

Kedua pabrikan asal Italia itu bahkan disebut sempat hampir mendapatkan persetujuan KTM, Honda, dan Yamaha. Namun, situasi berubah setelah pembahasan tersebut diketahui publik dan berbagai persoalan mulai mendapat sorotan.

Salah satu kekhawatiran berkaitan dengan kondisi motor yang mengalami kerusakan. Jika hanya tersedia satu motor, pembalap berpotensi harus menunggu di pit selama proses perbaikan berlangsung. Situasi itu bisa membuat mereka kehilangan waktu latihan hingga berisiko tidak mengikuti balapan.

Persoalan semakin rumit dalam balapan dengan format flag-to-flag. Dalam kondisi tersebut, pembalap harus berganti motor ketika hujan atau perubahan cuaca membuat penggunaan ban berbeda menjadi pilihan yang diperlukan.

Selain itu, tim tetap harus menyediakan komponen motor cadangan secara lengkap. Kondisi tersebut membuat manfaat penghematan biaya dari penerapan satu motor per pembalap kembali dipertanyakan.

Sempat muncul opsi kompromi dengan menyediakan motor cadangan mulai sesi kualifikasi. Namun, gagasan tersebut dinilai justru menambah kompleksitas terhadap regulasi yang sejak awal dibuat untuk menyederhanakan pengeluaran.

Adapula dugaan alasan lain di balik sikap sejumlah pabrikan. Ducati dan Aprilia disebut memiliki peluang besar untuk tetap kompetitif pada musim 2027, meski catatan waktu resmi dari pengujian pribadi motor 850 cc dengan ban Pirelli belum dirilis.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena seluruh pabrikan akan memulai musim 2027 dengan tingkat konsesi yang sama. Aturan satu motor dinilai dapat mempersempit kesempatan para rival untuk mengejar ketertinggalan.

Dengan hanya satu motor, pembalap juga tidak akan leluasa menguji berbagai komponen maupun pengaturan baru secara bergantian selama sesi latihan.

Aprilia dan Ducati dilaporkan tetap konsisten mendukung usulan tersebut. Sementara itu, KTM yang sebelumnya disebut hampir menyetujui rencana akhirnya mengambil sikap berbeda. Honda dan Yamaha juga dilaporkan belum menentukan posisi secara tegas.

Di tengah perdebatan tersebut, muncul persoalan mengenai makna keputusan bulat. Jurnalis Emilio Pérez de Rozas melaporkan bahwa sejumlah petinggi MSMA sempat berpendapat hasil pemungutan suara 4-1 seharusnya tetap dapat dianggap sebagai keputusan bulat.

Namun, CEO MotoGP Carmelo Ezpeleta menolak pandangan tersebut. Ezpeleta juga sejak awal disebut tidak mendukung gagasan satu motor untuk setiap pembalap.

Dengan tidak tercapainya persetujuan bulat, rencana penerapan aturan satu motor per pembalap akhirnya tidak akan masuk dalam regulasi MotoGP 2027.

(Berbagai Sumber)