Iga Swiatek Akhiri Paceklik Gelar 2026, Tundukkan Rybakina di Toronto

swiatek juara bank open

Petenis Polandia Iga Swiatek berpose bersama trofi usai menjuarai WTA 1000 National Bank Open 2026 di Toronto, Kanada, Jumat (14/8/2026) WIB. (Foto: National Bank Open)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID — Iga Swiatek akhirnya kembali mengangkat trofi pada musim 2026. Petenis Polandia itu mengakhiri penantian gelar setelah tampil dominan dan menundukkan Elena Rybakina pada final National Bank Open 2026 di Toronto, Kanada, Jumat (14/8/2026) WIB.

Swiatek menang dua set langsung 6-2, 6-3 atas Rybakina dalam pertandingan yang berlangsung selama 75 menit. Kemenangan tersebut menjadi gelar pertama Swiatek sepanjang 2026 sekaligus trofi ke-26 dalam kariernya.

Hasil di Toronto juga menambah koleksi gelar WTA 1000 milik Swiatek menjadi 12. Ia kini melewati Aryna Sabalenka dan menempati posisi kedua dalam daftar petenis dengan gelar WTA 1000 terbanyak sejak format tersebut diperkenalkan pada 2009.

Swiatek hanya tertinggal satu gelar dari Serena Williams yang mengoleksi 13 trofi WTA 1000.

“Anda adalah pesaing yang hebat dan selalu sulit untuk bermain melawan Anda. Kami sudah memainkan banyak pertandingan penting dan saya yakin masih akan ada banyak pertandingan lainnya,” kata Swiatek dikutip dari WTA.

Kemenangan atas Rybakina sekaligus memperbaiki rekor pertemuan Swiatek menjadi 7-6. Ia juga berhasil menghentikan catatan dua kekalahan beruntun dari petenis Kazakhstan tersebut.

Final Toronto menjadi pertemuan kedua Swiatek dan Rybakina di partai puncak. Menariknya, dalam dua pertemuan tersebut, Swiatek selalu berhasil menang dua set langsung.

Dominasi Swiatek di partai final juga tercermin dari rekornya. Ia kini memiliki catatan 26 kemenangan dan hanya lima kekalahan dalam final level WTA.

Catatan tersebut menjadi persentase kemenangan terbaik di antara petenis yang sudah tampil sedikitnya 20 kali di final level WTA sejak sistem Tier diperkenalkan pada 1990.

Kebangkitan Swiatek

Trofi Toronto terasa semakin penting bagi Swiatek karena musim 2026 sebelumnya berjalan jauh dari harapan. Sebelum tampil di Kanada, juara enam Grand Slam tersebut belum pernah mencapai final dan harus turun ke peringkat kedelapan dunia.

Situasi itu berubah ketika Swiatek tampil di Toronto. Ia langsung menunjukkan performa meyakinkan dan hanya kehilangan enam gim dalam dua pertandingan pertamanya.

Setelah melewati Marta Kostyuk di babak 16 besar, Swiatek tampil semakin agresif saat menghadapi Diana Shnaider di perempat final. Ia menang 6-1, 6-2.

Tantangan lebih berat datang di semifinal ketika Swiatek berhadapan dengan Elina Svitolina. Petenis Polandia itu harus melalui pertandingan tiga set sebelum memastikan tiket ke final sekaligus membalas dua kekalahan dari Svitolina pada musim ini.

Gelar Toronto kemudian menjadi bukti bahwa Swiatek mulai menemukan kembali performa terbaiknya.

Dengan kemenangan tersebut, ia juga telah mengoleksi seluruh lima gelar besar Amerika Utara yang pernah diincarnya, yakni Indian Wells, Miami, US Open, Cincinnati, dan Kanada.

Swiatek kini mengoleksi 19 gelar besar. Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya berasal dari turnamen WTA 1000. Ia hanya belum memiliki gelar Dubai dan Wuhan dari 10 turnamen WTA 1000 yang disebutkan dalam catatannya.

Peluang Career Grand Slam

Gelar Toronto juga membuat Swiatek semakin dekat dengan pencapaian Career Grand Slam. Dari empat turnamen Grand Slam, ia sudah menjuarai Roland Garros sebanyak empat kali, US Open, dan Wimbledon.

Australian Open menjadi satu-satunya gelar Grand Slam yang belum masuk ke koleksi petenis berusia 25 tahun tersebut.

Swiatek mengaku tidak melakukan perubahan besar dalam pendekatannya ketika tampil di Toronto. Menurut dia, fokus utama hanya menjaga hal-hal yang sudah berjalan dengan baik sepanjang turnamen.

“Saya tidak benar-benar tahu alasannya, karena saya mencoba menghadapi pertandingan ini dengan cara yang sama seperti pertandingan sebelumnya. Saya tahu apa yang saya lakukan dengan benar dan hanya berusaha melanjutkannya,” ujar Swiatek.

Kemenangan atas Rybakina menjadi sinyal penting bagi Swiatek menjelang rangkaian turnamen berikutnya. Setelah melewati periode tanpa gelar, petenis Polandia itu kini kembali memiliki momentum untuk mengejar prestasi lebih besar pada sisa musim 2026.\

(Sumber: WTA)