Gempa Nagekeo Picu Ancaman Tsunami: Wilayah NTT, NTB, dan Sulsel Ini Berstatus Siaga
Gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu ancaman tsunami di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan (Sulsel). (Foto ilustrasi: Pixabay)
Editor: Saeful Imam
GEBRAK.ID, JAKARTA — Gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu ancaman tsunami di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan sejumlah daerah dalam status Siaga dengan potensi ketinggian gelombang tsunami 0,5 hingga 3 meter. Sementara beberapa wilayah lainnya masuk kategori Waspada dengan potensi gelombang di bawah 0,5 meter.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, gempa berpusat di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.
“Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Provinsi NTT, Sulawesi Selatan, dan NTB dengan status ancaman Siaga berketinggian 0,5 sampai 3 meter serta status Waspada di bawah 0,5 meter,” kata Wijayanto di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Wilayah NTT menjadi daerah dengan cakupan ancaman paling luas. BMKG menetapkan Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende, dan Flores Timur dalam status Siaga.
Untuk Sulawesi Selatan, wilayah Jeneponto juga masuk kategori Siaga dengan potensi tsunami 0,5 hingga 3 meter.
Sementara itu, status Waspada berlaku di Bima dan Dompu, NTB, serta Wajo, Sulawesi Selatan. Sebagian wilayah Flores Timur juga masuk kategori Waspada dengan potensi gelombang kurang dari 0,5 meter.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT
BMKG mencatat perkiraan kedatangan gelombang pertama berlangsung dalam rentang waktu sekitar pukul 05.02 WIB hingga 06.01 WIB.
“BMKG mencatat perkiraan waktu kedatangan gelombang pertama bervariasi mulai pukul 05.02 WIB hingga 06.01 WIB,” ujar Wijayanto.
Peringatan dini tsunami dikeluarkan BMKG hanya beberapa menit setelah gempa terjadi. Peringatan Dini 1 terbit pada pukul 05.00 WIB atau sekitar 2 menit 16 detik setelah gempa, kemudian disusul Peringatan Dini 2 pada pukul 05.09 WIB.
BMKG meminta masyarakat di wilayah berstatus Siaga segera melakukan evakuasi mandiri menuju tempat yang lebih tinggi. Warga di daerah berstatus Waspada diminta menjauh dari pantai dan tepian sungai.
Guncangan gempa terasa kuat di sejumlah wilayah NTT. Aesesa di Nagekeo, Riung di Ngada, dan Kota Mbay merasakan guncangan hingga skala VII MMI. Kondisi tersebut membuat warga berhamburan keluar rumah dan menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan.
Guncangan dengan intensitas VI MMI tercatat di Wolowae dan Bajawa. Sementara Ende, Borong, dan Ruteng merasakan gempa pada skala V MMI.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
“Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” kata Wijayanto.
Wilayah yang Perlu Diwaspadai
Status Siaga, potensi tsunami 0,5-3 meter:
- Manggarai bagian utara, NTT
- Ngada bagian utara, NTT
- Ende, NTT
- Flores Timur, NTT
- Jeneponto, Sulawesi Selatan
Status Waspada, potensi tsunami di bawah 0,5 meter:
- Bima, NTB
- Dompu, NTB
- Wajo, Sulawesi Selatan
- Sebagian Flores Timur, NTT
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau terus mengikuti informasi dan arahan resmi BMKG serta aparat berwenang, terutama terkait perkembangan potensi tsunami dan gempa susulan.
(Sumber: BMKG)
