Pelatih Legendaris Basket Indonesia Tjetjep Firmansyah Meninggal di Usia 67 Tahun

tjetjep-firmansyah

Kabar duka menyelimuti dunia bola basket Indonesia. Pelatih legendaris Tjetjep Firmansyah meninggal dunia pada Sabtu (15/8/2026) pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Polri, Jakarta. Ia mengembuskan napas terakhir dalam usia 67 tahun. (Foto: Istimewa/IBL)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA — Kabar duka menyelimuti dunia bola basket Indonesia. Pelatih legendaris Tjetjep Firmansyah meninggal dunia pada Sabtu (15/8/2026) pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Polri, Jakarta. Ia mengembuskan napas terakhir dalam usia 67 tahun.

Kabar tersebut disampaikan Mayerni, adik kandung Tjetjep. Ia menyampaikan bahwa keluarga tengah mempersiapkan informasi lanjutan mengenai prosesi pemakaman.

“Telah berpulang ke rahmatullah saudara kami Tjetjep Firmansyah, semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT,” kata Mayerni.

Tjetjep merupakan bagian dari keluarga besar basket Indonesia. Ia adalah adik Bambang Hermansyah dan abang Ali “Jordan” Budimansyah, dua sosok yang juga dikenal sebagai legenda tim nasional (timnas) bola basket Indonesia.

Sepanjang kariernya, Tjetjep Firmansyah dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah bola basket nasional. Ia mengawali perjalanan kepelatihannya dari level klub sebelum mendapat kepercayaan menangani tim nasional Indonesia.

Salah satu pencapaian penting Tjetjep terjadi pada Kejuaraan SEABA 1996 di Surabaya. Saat itu, ia membawa timnas putra Indonesia mengalahkan Filipina untuk pertama kalinya sekaligus mengantarkan Merah Putih menjadi juara Asia Tenggara.

Prestasi Tjetjep berlanjut ketika menangani Aspac. Bersama klub tersebut, ia mempersembahkan empat gelar, terdiri atas dua gelar Kobatama pada musim 2000-2001 dan 2002-2003 serta dua gelar Indonesian Basketball League (IBL) pada musim 2003-2004 dan 2005-2006.

Di level tim nasional, Tjetjep kembali mencatat prestasi penting. Ia membawa Indonesia meraih medali perunggu SEA Games 1999 di Brunei Darussalam.

Dua tahun kemudian, Tjetjep mengantarkan timnas putra Indonesia meraih medali perak SEA Games 2001 di Kuala Lumpur, Malaysia. Pencapaian tersebut menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya timnas putra Indonesia merebut medali perak di ajang SEA Games.

Selain Aspac, Tjetjep juga pernah menangani sejumlah klub lainnya. Pengalamannya kemudian kembali mendapat kepercayaan dari tim nasional ketika ia menjabat sebagai pelatih kepala timnas putra Indonesia pada SEA Games 2013 di Myanmar.

Kepergian Tjetjep Firmansyah meninggalkan kehilangan besar bagi bola basket Indonesia. Kiprahnya menjadi bagian penting dari perjalanan basket nasional, terutama bagi generasi yang menyaksikan perkembangan dan kejayaan olahraga tersebut sejak era 1990-an hingga 2000-an.

Sosoknya tidak hanya dikenang melalui deretan gelar, tetapi juga melalui kontribusinya dalam membangun prestasi bola basket Indonesia di level regional.

(Berbagai Sumber)