Mobil Listrik Tak Perlu Ganti Oli, Tapi Tetap Wajib Servis: Ini Komponen yang Harus Dicek

1785723907380


Lebih sedikit komponen mekanis membuat perawatan mobil listrik relatif sederhana. Namun, baterai, rem, ban, sistem pendingin hingga perangkat lunak tetap perlu diperiksa secara berkala.(foto: freepik)

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA — Mobil listrik dikenal memiliki biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal. Salah satu alasannya karena mobil listrik tidak memiliki sejumlah komponen yang umum ditemukan pada mobil bensin, seperti oli mesin, busi, filter oli, dan sistem pembuangan.


Namun, anggapan bahwa mobil listrik tidak membutuhkan servis sama sekali tidak tepat. Kendaraan listrik tetap memerlukan pemeriksaan berkala untuk memastikan sistem kelistrikan, baterai, pengereman, pendinginan, ban, hingga perangkat lunaknya bekerja dengan baik.


Hal tersebut menjadi perhatian penting bagi pemilik kendaraan listrik, terutama karena sebagian komponen mobil listrik memiliki fungsi yang berbeda dibandingkan kendaraan konvensional.


Tidak Ada Ganti Oli Mesin


Pada mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), tenaga penggerak berasal dari motor listrik yang mendapatkan energi dari baterai. Karena tidak menggunakan mesin pembakaran internal, pemilik tidak perlu melakukan penggantian oli mesin secara berkala.


Hyundai Indonesia, misalnya, menyebut kendaraan listriknya tidak membutuhkan penggantian oli mesin, filter udara mesin, maupun busi. Lebih sedikit komponen mekanis juga membuat kebutuhan perawatan menjadi lebih sederhana.


Meski demikian, bukan berarti seluruh cairan pada kendaraan bisa diabaikan. Sistem pengereman tetap menggunakan cairan rem, sementara sejumlah model mobil listrik memiliki sistem pendinginan khusus untuk menjaga temperatur baterai dan komponen kelistrikan.


Baterai Menjadi Komponen Utama


Baterai merupakan salah satu bagian paling penting dalam mobil listrik. Kondisinya berpengaruh langsung terhadap jarak tempuh, performa, dan kemampuan kendaraan menyimpan energi.


Karena itu, pemeriksaan sistem baterai menjadi bagian dari perawatan kendaraan listrik. Teknisi dapat melakukan pemeriksaan kondisi baterai dan sistem kelistrikan menggunakan perangkat diagnostik yang sesuai dengan kendaraan.


Sistem pendingin baterai juga perlu diperhatikan. Wuling menjelaskan bahwa sistem tersebut berfungsi menjaga temperatur baterai tetap optimal. Pada kendaraan yang menggunakan pendingin cair, kondisi dan level cairan pendingin perlu diperiksa sesuai jadwal yang ditetapkan pabrikan.


Pemilik juga sebaiknya mengikuti panduan pabrikan mengenai pola pengisian daya dan kondisi penggunaan kendaraan. Suhu baterai yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memengaruhi kinerja dan umur baterai.


Rem Tetap Harus Diperiksa


Mobil listrik umumnya menggunakan regenerative braking atau pengereman regeneratif. Sistem ini memungkinkan energi saat kendaraan melambat dimanfaatkan kembali untuk mengisi baterai.


Penggunaan pengereman regeneratif dapat mengurangi beban kerja rem mekanis sehingga komponen seperti kampas rem berpotensi lebih awet dibandingkan pada kendaraan konvensional. Namun, bukan berarti rem mekanis bisa diabaikan. Kampas rem, cakram, kaliper, serta cairan rem tetap harus diperiksa secara berkala demi keselamatan


Chery Indonesia juga menekankan pentingnya pemeriksaan sistem pengereman meski mobil listrik menggunakan regenerative braking.
Ban dan Suspensi Jangan Dilupakan
Ban merupakan komponen yang tetap mendapatkan beban kerja tinggi pada mobil listrik.

Bahkan, bobot baterai berkapasitas besar dapat membuat bobot kendaraan relatif tinggi.
Karena itu, tekanan angin, kondisi tapak ban, keausan yang tidak merata, serta kondisi suspensi perlu diperiksa secara rutin.


Pemeriksaan ini bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga keselamatan dan efisiensi energi kendaraan.


Sistem Pendingin Juga Penting


Selain baterai, sistem pendinginan pada mobil listrik dapat berhubungan dengan berbagai komponen kelistrikan. Fungsinya menjaga temperatur komponen agar tetap berada dalam rentang kerja yang aman. Pemeriksaan dapat mencakup level cairan pendingin, kemungkinan kebocoran, serta kondisi sistem pendingin sesuai rekomendasi pabrikan.


Karena desain setiap mobil listrik berbeda, pemilik sebaiknya tidak menggunakan patokan interval servis dari merek lain. Jadwal perawatan harus mengacu pada buku manual atau rekomendasi bengkel resmi kendaraan masing-masing.


Perangkat Lunak Ikut Dirawat


Mobil listrik modern bukan hanya kendaraan mekanis, tetapi juga perangkat elektronik dengan sistem komputer yang kompleks.
Karena itu, pemeriksaan dan pembaruan perangkat lunak menjadi bagian penting dalam perawatan.

Wuling menyebut pembaruan software secara berkala diperlukan untuk menjaga fungsi dan performa sistem kendaraan. Pada sejumlah kendaraan, pembaruan perangkat lunak bahkan dapat dilakukan melalui sistem over-the-air (OTA), meskipun mekanismenya berbeda-beda tergantung merek dan model.


Wiper, AC, Filter Kabin hingga Aki 12 Volt
Perawatan mobil listrik juga tetap menyentuh komponen yang lazim ditemukan pada mobil konvensional. Wiper, cairan pembersih kaca, filter kabin, sistem AC, lampu, serta aki bertegangan rendah atau aki 12 volt tetap perlu diperiksa.


Komponen-komponen tersebut tidak berkaitan langsung dengan motor penggerak listrik, tetapi kerusakan pada salah satunya tetap dapat mengganggu kenyamanan atau operasional kendaraan.


Servis Lebih Sederhana, Bukan Berarti Bebas Perawatan


Perbedaan utama mobil listrik dengan mobil bensin terletak pada jenis komponen yang harus dirawat. Pada mobil bensin, servis berkala dapat mencakup penggantian oli mesin, filter oli, busi, serta berbagai komponen yang berkaitan dengan mesin pembakaran.

Pada mobil listrik, kebutuhan tersebut jauh berkurang karena sistem penggeraknya lebih sederhana. Namun, mobil listrik tetap membutuhkan pemeriksaan baterai, sistem pendinginan, rem, ban, suspensi, kelistrikan, perangkat lunak dan komponen pendukung lainnya.


Dengan demikian, keuntungan mobil listrik bukan berarti pemilik bisa mengabaikan servis. Justru pemeriksaan berkala diperlukan untuk mendeteksi masalah lebih awal dan menjaga performa kendaraan dalam jangka panjang.


Yang perlu diperhatikan, interval dan item servis tidak bisa disamaratakan untuk semua mobil listrik. Setiap merek dan model memiliki rekomendasi berbeda sehingga pemilik sebaiknya mengikuti buku manual serta jadwal servis dari pabrikan.

( berbagai sumber)