Regulasi Baru Menanti, Bos Ducati: MotoGP 2027 Seperti Kertas Kosong
MotoGP 2027 akan menghadirkan perubahan besar melalui regulasi teknis baru. Situasi tersebut membuat bos Ducati, Gigi Dall'Igna, menggambarkan MotoGP 2027 seperti lembaran kertas kosong. (Foto: MotoGP)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID, JAKARTA — MotoGP 2027 akan menghadirkan perubahan besar melalui regulasi teknis baru yang membuat para pabrikan harus kembali merancang motor dari awal. Situasi tersebut membuat bos Ducati, Gigi Dall’Igna, menggambarkan MotoGP 2027 seperti lembaran kertas kosong.
Mulai musim 2027, MotoGP akan menggunakan mesin berkapasitas 850cc, lebih kecil dibandingkan mesin yang digunakan saat ini. Perubahan kapasitas mesin tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pengembangan motor harus mengalami penyesuaian besar.
Ducati sendiri selama beberapa musim terakhir tampil sebagai kekuatan dominan di MotoGP. Namun, persaingan pada musim 2026 mulai menunjukkan perubahan setelah Aprilia mampu meningkatkan performanya secara signifikan.
Dari 12 balapan utama yang telah berlangsung, Aprilia berhasil mengamankan tujuh kemenangan. Ducati sementara meraih lima kemenangan dalam balapan utama.
Meski demikian, Dall’Igna belum bersedia mengungkap banyak detail mengenai proyek motor Ducati untuk menghadapi regulasi MotoGP 2027. Menurutnya, berbagai informasi teknis yang dikumpulkan sepanjang pengembangan motor saat ini tetap memiliki nilai untuk masa depan.
Pengetahuan tersebut menjadi modal penting bagi Ducati, meskipun tidak semua teknologi yang digunakan pada motor saat ini dapat diterapkan secara langsung pada motor generasi baru.
“Hal terpenting adalah pengetahuan teknis yang telah Anda peroleh. Anda pasti akan membawa hal itu ke masa depan. Namun, tidak banyak hal lain yang dapat ditransfer secara langsung,” kata Dall’Igna seperti dikutip GP One, Selasa (18/8/2026).
Perubahan regulasi membuat tantangan para insinyur semakin besar. Selain kapasitas mesin yang turun menjadi 850cc, MotoGP 2027 juga akan melarang penggunaan perangkat pengatur ketinggian pengendaraan serta menggunakan spesifikasi ban yang berbeda.
Kondisi tersebut membuat setiap pabrikan harus menyusun kembali konsep motor mereka. Ducati yang selama ini memiliki basis pengembangan kuat pun tidak bisa sekadar mengandalkan desain dan teknologi dari motor generasi sekarang.
“Karena dengan adanya larangan perangkat pengatur ketinggian pengendaraan, kapasitas mesin yang berbeda, dan ban yang berbeda, Anda pada akhirnya harus membangun sepeda motor yang sepenuhnya baru,” ujar Dall’Igna.
Alih-alih melihat perubahan tersebut sebagai ancaman, pria yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik kesuksesan teknis Ducati itu justru menyambutnya dengan antusias.
Menurut Dall’Igna, perubahan regulasi memberikan kesempatan bagi para insinyur untuk mengeksplorasi berbagai gagasan baru tanpa terlalu terikat pada konsep motor sebelumnya.
“Tentu saja, itu membuat saya antusias. Ketika Anda bisa mulai dari lembar putih kosong, bagi seorang insinyur, itu adalah mainan terbaik yang ada,” jelas Dall’Igna
Regulasi baru MotoGP 2027 pun berpotensi mengubah peta persaingan. Dominasi Ducati dalam beberapa musim terakhir belum tentu berlanjut dengan pola yang sama ketika seluruh pabrikan harus mengembangkan motor berdasarkan aturan teknis baru.
Performa Aprilia pada MotoGP 2026 juga menjadi sinyal bahwa persaingan menuju era 850cc bisa berlangsung lebih ketat. Setiap keputusan teknis sejak awal pengembangan akan menjadi faktor penting dalam menentukan siapa yang mampu beradaptasi paling cepat.
Bagi Ducati, lembaran kosong itu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk kembali membuktikan kemampuan teknisnya di era baru MotoGP.
(Sumber: GP One)
