Rifqi Fitriadi Kian Perkasa di China, Gelar ITF M15 Maanshan Jadi Trofi Ketiganya Tahun Ini

Muhammad-Rifqi-Fitriadi-2

Petenis putra Indonesia Muhammad Rifqi Fitriadi kembali menunjukkan performa impresif. Rifqi sukses menjuarai turnamen ITF M15 Maanshan di China setelah mengalahkan unggulan ketiga asal Jepang, Kokoro Isomura, pada partai final, Minggu (23/8/2026). (Foto: FPTI)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID — Petenis putra Indonesia Muhammad Rifqi Fitriadi kembali menunjukkan performa impresif. Rifqi sukses menjuarai turnamen ITF M15 Maanshan di China setelah mengalahkan unggulan ketiga asal Jepang, Kokoro Isomura, pada partai final, Minggu (23/8/2026).

Rifqi memastikan gelar setelah melewati pertarungan dua set dengan kemenangan 7-5, 6-3. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tren positif petenis berusia 27 tahun itu dalam rangkaian turnamen tenis di China.

Trofi ITF M15 Maanshan menjadi gelar tunggal ketiga yang diraih Rifqi sepanjang 2026. Pencapaian tersebut semakin menegaskan kebangkitan petenis Indonesia setelah sebelumnya melewati masa penantian panjang untuk kembali meraih gelar.

Rifqi mengakui perjalanan menuju podium juara tidak mudah. Ia harus menguras tenaga dan pikiran karena sejak pertandingan pertama sudah menghadapi laga panjang hingga tiga set.

“Ya pasti menguras fisik, menguras pikiran, tapi tetap keep positif terus aja,” kata Rifqi dikutip dari Antara, Minggu (23/8/2026).

Tantangan semakin berat ketika turnamen memasuki babak-babak akhir. Pada perempat final, Rifqi bahkan harus bertanding selama lebih dari dua setengah jam sebelum memastikan tiket ke semifinal.

Kondisi tersebut membuat kemampuan menjaga stamina dan fokus menjadi faktor penting. Rifqi mampu melewati seluruh tekanan hingga akhirnya tampil di partai puncak dan mengalahkan Isomura dengan permainan yang lebih konsisten.

Perjalanan positif Rifqi di China sebenarnya sudah dimulai sebelum tampil di Maanshan. Ia lebih dahulu mengakhiri penantian hampir tiga tahun untuk kembali mengangkat trofi tunggal ITF setelah menjuarai seri kedua ITF M15 Wunning.

Tidak berhenti di sana, Rifqi kembali keluar sebagai juara pada seri berikutnya di Wunning. Keberhasilan tersebut menjadi gelar tunggal keduanya dalam rangkaian turnamen di Wunning sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya menghadapi kompetisi berikutnya.

“Pengalaman di Wunning sangat penting sekali karena memang momen-momen seperti ini yang kita cari sebagai pemain tenis. Jadi biar kita bisa terus keep going di season ini,” ujar Rifqi.

Rentetan kemenangan itu kemudian berlanjut di Maanshan. Rifqi mampu mempertahankan momentum hingga pertandingan terakhir dan menambah koleksi gelarnya menjadi tiga trofi tunggal pada musim 2026.

Bukan sekadar mengejar gelar, rangkaian pertandingan di China juga menjadi bagian dari persiapan Rifqi menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Menurut Rifqi, banyaknya pertandingan yang harus dijalani memberikan manfaat besar untuk membangun kesiapan fisik dan mental. Laga panjang yang ia hadapi menjadi simulasi berharga sebelum menghadapi persaingan yang lebih ketat di Asian Games.

Performa tersebut menjadi sinyal positif bagi tenis Indonesia. Dengan ritme pertandingan yang semakin terjaga dan kepercayaan diri yang terus meningkat, Rifqi memiliki modal penting untuk menghadapi agenda internasional berikutnya.

Gelar ITF M15 Maanshan pun menutup pekan yang manis bagi Rifqi. Tiga gelar tunggal sepanjang 2026 menjadi bukti konsistensinya sekaligus menunjukkan bahwa perjuangan panjang untuk kembali ke jalur kemenangan mulai membuahkan hasil.

(Sumber: ITF/Antara)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID