Carlos Alcaraz Langsung Tancap Gas di US Open, Safiullin Dilibas dalam 3 Set
Petenis Spanyol Carlos Alcaraz beraksi pada babak pertama US Open 2026 melawan Roman Safiullin di Arthur Ashe Stadium, New York, AS, Selasa (1/9/2026) WIB. (Foto: US Open)
GEBRAK.ID — Carlos Alcaraz membuka perjalanan mempertahankan gelar US Open 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Petenis Spanyol itu menundukkan Roman Safiullin tiga set langsung 6-4, 6-4, 6-4 pada babak pertama di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat, Selasa (1/9/2026) WIB.
Kemenangan tersebut terasa spesial bagi Alcaraz karena menjadi pertandingan tunggal pertamanya setelah sekitar empat bulan menepi akibat cedera pergelangan tangan. Petenis berusia 23 tahun itu tampil selama dua jam 22 menit dan mampu menjaga konsistensi hingga akhir laga.
“Saya mengalami lima bulan yang sangat sulit, jadi bisa kembali ke Arthur Ashe dan bertanding lagi. Saya tidak bisa memilih turnamen yang lebih baik untuk kembali selain US Open di New York,” kata Alcaraz seusai pertandingan, dikutip dari ATP.
Alcaraz sebenarnya sudah kembali berkompetisi pada pekan sebelumnya. Ia tampil di nomor ganda campuran US Open bersama Serena Williams. Namun, duel kontra Safiullin menjadi laga tunggal pertamanya sejak April 2026.
Mengenakan penyangga putih di lengan kanannya, Alcaraz sempat bermain hati-hati pada awal pertandingan. Ia kemudian menemukan ritmenya dan mulai menekan Safiullin.
Momentum penting terjadi pada gim ketujuh set pertama ketika Alcaraz melepaskan forehand winner berkecepatan sekitar 95 mil per jam untuk mematahkan servis lawannya. Keunggulan itu mampu ia pertahankan hingga merebut set pembuka.
Safiullin berusaha memberikan perlawanan dengan permainan agresif. Petenis Rusia tersebut memperoleh enam peluang break sepanjang pertandingan, tetapi hanya sekali berhasil memanfaatkannya.
Sebaliknya, Alcaraz mampu menyelamatkan lima dari enam break point yang dihadapinya. Ketangguhan tersebut membantu sang juara bertahan mengamankan kemenangan dalam tiga set tanpa kehilangan satu set pun.
“Saya punya sedikit keraguan mengenai pertandingan ini, saya tidak akan berbohong. Saya berpikir apakah saya bisa bertahan dalam pertandingan lima set,” ujar Alcaraz.
Hasil ini memperpanjang rekor sempurna Alcaraz di turnamen Grand Slam sepanjang 2026 menjadi 8-0. Ia sebelumnya menjuarai Australian Open pada Januari dan kini membidik gelar US Open secara beruntun.
Jika kembali menjadi juara di New York, Alcaraz berpeluang mengikuti jejak Roger Federer sebagai petenis putra terakhir yang mampu mempertahankan gelar US Open. Federer mencatat lima gelar beruntun pada 2004 hingga 2008.
Pada babak kedua, Alcaraz akan menghadapi petenis Portugal Jaime Faria yang sebelumnya menyingkirkan wakil tuan rumah Jenson Brooksby.
“Saya sangat senang dengan level permainan saya di pertandingan pertama setelah empat bulan. Saya pikir saya bermain tenis dengan baik dan bangga dengan penampilan itu,” ujar Alcaraz.
Alcaraz mengakui masih membutuhkan sejumlah pertandingan untuk kembali menemukan ritme terbaik. Namun, Alcaraz menilai kemenangan atas Safiullin menjadi awal yang positif setelah menjalani masa pemulihan panjang.
“Hal yang paling saya banggakan adalah mentalitas saya, bagaimana menghadapi semuanya, rasa gugup dan keraguan di kepala, lalu tetap melanjutkan pertandingan,” kata Alcaraz menandaskan.
(A. Rayyan K / US Open)
