Toyota Masih Berkuasa di GIIAS 2026, BYD Menempel Ketat, Honda Terlempar ke Posisi 8
Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, memperlihatkan persaingan ketat industri otomotif Indonesia. Toyota masih memimpin daftar merek dengan surat pemesanan kendaraan (SPK) terbanyak, tetapi merek-merek China mulai menunjukkan kekuatan yang semakin besar. (Foto: Toyota)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID, JAKARTA — Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, memperlihatkan persaingan ketat industri otomotif Indonesia. Toyota masih memimpin daftar merek dengan surat pemesanan kendaraan (SPK) terbanyak, tetapi merek-merek China mulai menunjukkan kekuatan yang semakin besar.
Berdasarkan data SPK yang dihimpun hingga Jumat (28/8/2026), Toyota mencatat 6.175 unit dan menempati peringkat pertama. Di belakangnya ada BYD dengan 4.000 unit, disusul Chery 3.500 unit dan Wuling 3.290 unit.
Toyota mendapat dukungan kuat dari lini Innova yang menyumbang sekitar 36 persen dari total SPK. Kendaraan elektrifikasi Toyota juga menunjukkan performa positif dengan kontribusi mencapai 56 persen dari seluruh pemesanan selama pameran.
BYD yang berada di posisi kedua mengandalkan M6 DM. Model tersebut menyumbang sekitar 20 persen dari total SPK BYD atau sekitar 800 unit.
Wuling juga mencatat hasil menarik. Dari 3.290 SPK, sebanyak 2.238 unit berasal dari Aira EV. Artinya, mobil listrik tersebut menyumbang sekitar 68 persen dari total pemesanan Wuling selama GIIAS 2026.
Honda berada di posisi kedelapan dengan 1.939 SPK. Meski angka tersebut belum mampu menembus lima besar, Honda mencuri perhatian melalui mobil listrik Super One yang disebut terjual habis hanya dalam hitungan jam. Brio tetap menjadi salah satu penyumbang volume utama, sementara Honda menyebut mobil hybrid memberikan kontribusi penting terhadap penjualan.
Baca juga: Mobil China Makin Diminati di Indonesia, Penjualan Melonjak 82 Persen hingga Juli 2026
Dominasi merek China juga terlihat dari komposisi 10 besar. Lima merek China, yakni BYD, Chery, Wuling, Geely, dan GAC AION, mengumpulkan 15.993 SPK. Sementara lima merek Jepang, Toyota, Mitsubishi, Honda, Suzuki, dan Isuzu, mencatat 13.842 SPK.
Dari total 29.835 SPK yang dikumpulkan 10 merek tersebut, pabrikan China menguasai sekitar 54 persen, sedangkan Jepang 46 persen. Selisihnya mencapai 2.151 unit.
Berikut peringkat merek berdasarkan SPK GIIAS 2026:
- Toyota – 6.175 SPK
- BYD – 4.000 SPK
- Chery – 3.500 SPK
- Wuling – 3.290 SPK
- Mitsubishi – 3.212 SPK
- Geely – 3.033 SPK
- GAC AION – 2.170 SPK
- Honda – 1.939 SPK
- Suzuki – 1.336 SPK
- Isuzu – 1.180 SPK
- Changan – 1.120 SPK
- MG Motors – 1.088 SPK
- Jetour – 1.038 SPK
- DFSK – 625 SPK
- Daihatsu – 591 SPK
- BAIC – 407 SPK
- GWM – 350 SPK
Data tersebut menunjukkan persaingan otomotif Indonesia mulai berubah. Toyota masih menjadi pemimpin, tetapi agresivitas merek China, terutama melalui kendaraan listrik dan elektrifikasi, semakin membuat peta pasar nasional kompetitif.
(Sumber: Gaikindo Indonesia)
