Antasyafi Robby Raih Emas World Climbing Series Guiyang 2026, Catat Waktu 4,65 Detik
Atlet panjat tebing Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi (kanan) tampil gemilang dengan merebut medali emas nomor speed putra World Climbing Series Guiyang 2026 di Guizhou Caihu International Climbing Center, Guiyang, China, Jumat (11/9/2026). (Foto: NOC Indonesia)
GEBRAK.ID — Atlet panjat tebing Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi tampil gemilang dengan merebut medali emas nomor speed putra World Climbing Series Guiyang 2026 di Guizhou Caihu International Climbing Center, Guiyang, China, Jumat (11/9/2026).
Robby tampil konsisten sejak babak kualifikasi hingga partai final. Atlet berusia 19 tahun itu akhirnya menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4,65 detik untuk memastikan podium tertinggi.
Dalam perebutan medali emas, Robby mengungguli dua atlet China, Ling Yongzhi dan Chu Shouhong, serta wakil Jepang Ryo Omasa. Ling Yongzhi meraih perak dengan waktu 4,75 detik, sedangkan Chu Shouhong membawa pulang perunggu setelah mencatat 4,80 detik.
Perjalanan Robby menuju podium tidak berlangsung mudah. Ia mengawali kompetisi dari babak kualifikasi dengan waktu 4,831 detik yang cukup untuk mengantarnya ke babak 16 besar.
Pada fase tersebut, Robby kembali menunjukkan kecepatannya. Ia mencatat 5,19 detik dan menjadi yang tercepat di antara para pesaingnya, termasuk Reza Alipour Shenazandifard dari Iran serta Luca Robbiati dan Francesco Ponzinibio dari Italia.
Memasuki perempat final, Robby semakin menemukan ritmenya. Ia membukukan waktu 4,84 detik untuk kembali menjadi yang terdepan, mengungguli Reza Alipour Shenazandifard, Matteo Zurloni dari Italia, dan Qihang Xu dari China.
Penampilan impresif itu berlanjut di semifinal. Robby mencatat waktu 4,82 detik dan kembali menjadi yang tercepat atas Ryo Omasa, Ziyu Zhou dari China, serta Reza Alipour Shenazandifard.
Konsistensi tersebut akhirnya mengantarkan Robby ke final. Ia kemudian menutup rangkaian perlombaan dengan catatan 4,65 detik sekaligus merebut emas.
Gelar di Guiyang menjadi pencapaian tertinggi Robby dalam rangkaian World Climbing Series 2026. Sebelumnya, ia dua kali meraih medali perak, masing-masing di Madrid dan Chamonix. Catatan World Climbing mencatat Robby finis kedua di Madrid pada 31 Mei dan kembali menjadi runner-up di Chamonix pada 12 Juli.
Performa tersebut menunjukkan perkembangan signifikan Robby di level internasional. Di Madrid, ia bahkan sempat mencatat rekor pribadi 4,72 detik pada semifinal sebelum akhirnya mengamankan medali perak.
Keberhasilan di Guiyang juga menjadi modal penting bagi tim panjat tebing Indonesia. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) sebelumnya menyebut keikutsertaan di Guiyang sebagai bagian dari upaya menjaga performa sekaligus peringkat dunia para atlet speed Indonesia.
Bagi Robby, emas Guiyang sekaligus menegaskan bahwa dirinya semakin matang menghadapi persaingan speed climbing dunia.
(A. Rayyan K/Sumber: FPTI)
