Tijjani Reijnders Akui Main di Arab Saudi demi Uang, tapi Pastikan akan Kembali ke Eropa
Tijjani Reijnders resmi gabung klub Arab Saudi Al Qadsiah pada Rabu (19/8/2026). (Foto: Instagram/fcqadsiah)
GEBRAK.ID — Tijjani Reijnders mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan klub Arab Saudi, Al Qadsiah. Gelandang timnas Belanda itu mengakui faktor finansial ikut memainkan peran besar, tetapi ia tidak menganggap kepindahan tersebut sebagai akhir perjalanan kariernya di Eropa.
Reijnders meninggalkan Manchester City setelah hanya satu musim di Etihad Stadium. Al Qadsiah merekrut pemain berusia 28 tahun itu dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai sekitar 52 juta poundsterling atau sekitar Rp1,24 triliun. Manchester City sendiri mengonfirmasi kepindahan permanen tersebut pada Agustus 2026.
Sebelum pindah ke Arab Saudi, Reijnders merasa perannya di Manchester City tidak sesuai dengan yang diinginkannya. Ia mengaku lebih nyaman bermain sebagai gelandang dinamis yang bisa membantu serangan sekaligus bertahan.
“Pada pramusim, saya melihat situasinya kembali mengarah ke sana di City dan mulai berpikir apakah saya ingin menjalani musim seperti itu lagi. Jawaban jujurnya tidak,” kata Reijnders kepada wartawan saat bergabung dengan timnas Belanda, Rabu (23/9/2026).
Reijnders kemudian mendapat izin dari Manchester City untuk mencari klub baru. Al Qadsiah yang dilatih Brendan Rodgers akhirnya menjadi pelabuhan berikutnya.
Menariknya, Rodgers juga disebut berperan dalam meyakinkan Reijnders bahwa kariernya di Eropa belum berakhir. Sang pelatih mengatakan Reijnders masih bisa menikmati tiga atau empat tahun di Arab Saudi sebelum kembali bermain di Eropa.
“Dia mengatakan saya bisa menjalani tiga atau empat tahun yang sangat menyenangkan di sini dan kemudian kembali ke Eropa. Sekarang sudah ada cukup banyak contohnya. Itu juga menjadi tujuan saya,” ujar Reijnders.
Reijnders juga memberikan penilaian positif terhadap kualitas kompetisi Arab Saudi. Ia bahkan mengaku menilai Saudi Pro League lebih tinggi dibanding Eredivisie, kompetisi kasta tertinggi Belanda.
“Dengan semua pemain besar yang ada, saya justru menilai liga Arab Saudi lebih tinggi daripada Eredivisie. Kalau orang ingin menilai sepak bolanya, mereka harus menontonnya terlebih dahulu,” katanya.
Di sisi lain, Reijnders tidak menutupi pertimbangan finansial dalam keputusannya. Laporan NOS menyebut ia berpotensi mendapatkan lebih dari 100 juta euro selama masa kontraknya di Arab Saudi.
“Saya tidak ingin harus bekerja lagi setelah karier saya selesai. Saya sebenarnya juga tidak perlu melakukannya setelah dari City, tetapi sekarang saya bisa memastikan generasi berikutnya dari keluarga saya memiliki kehidupan yang baik,” ujar Reijnders.
Reijnders kemudian menambahkan, “Jika pilihan ini membuat cucu-cucu saya juga bisa hidup nyaman, mengapa saya tidak melakukannya?”
Meski kini bermain di Al Qadsiah, Reijnders tetap menjadi bagian dari timnas Belanda. Data resmi OnsOranje mencatat ia telah mengoleksi 35 penampilan dan tujuh gol untuk Oranje serta tampil dalam tiga pertandingan Piala Dunia 2026.
Manchester City mencatat Reijnders membuat 50 penampilan dan mencetak tujuh gol selama satu musim di klub tersebut. Ia juga ikut membantu City meraih gelar juara Piala FA dan Piala Carabao musim 2025/2026.
(Damar Pratama/Berbagai Sumber)
