Pendidikan Gratis SD hingga PT Ditargetkan Mulai 2028, Anggaran Capai Rp302 Triliun
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah. (Foto: Antara Foto/HO-DPR)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Program pendidikan gratis mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi ditargetkan mulai direalisasikan secara bertahap pada 2028. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengatakan pemerintah dan DPR saat ini masih memetakan kebutuhan anggaran serta menyiapkan tata kelola program tersebut.
Said menyebut kebutuhan anggaran sementara untuk pendidikan gratis jenjang SD, SMP, dan SMA diperkirakan mencapai sekitar Rp210 triliun. Sementara itu, kebutuhan untuk jenjang perguruan tinggi diperkirakan sekitar Rp92 triliun. “Hitungan sementara dibutuhkan sekitar hampir kalau SD, SMP, SMA secara keseluruhan itu sekitar Rp210 triliun kemudian perguruan tinggi Rp92 triliun. Itu artinya hampir Rp300 triliun hingga Rp302 triliun,” kata Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Menurut Said, Banggar DPR untuk tahap awal baru menganggarkan sekitar Rp5 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan sebagai proyek percontohan atau pilot project pendidikan gratis, terutama untuk jenjang SD dan SMP di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Di badan anggaran untuk SD, SMP itu baru kami angarkan lima triliun. Tapi komitmen kami nanti baru di 2028. Sebagaimana disampaikan oleh bapak Presiden, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi,” ujar Said.
Dilaksanakan Bertahap
Said menegaskan, program pendidikan gratis tidak akan langsung diterapkan secara penuh. Pemerintah dan DPR masih perlu memastikan kesiapan anggaran, mekanisme pelaksanaan, serta tata kelola program agar kebijakan tersebut dapat berjalan secara efektif.
Ia memperkirakan cakupan program pada 2028 dapat dimulai sekitar 60-75 persen sebelum diperluas hingga 100 persen pada 2029. “Katakanlah di 2028 60%-75% dulu baru di tahun berikutnya 2029 bisa 100%. Saya ingin mencoba realistis,” kata Said.
Pemetaan kebutuhan tersebut menjadi penting mengingat cakupan program pendidikan gratis sangat luas. Selain biaya pendidikan dasar dan menengah, pemerintah juga harus menghitung kebutuhan pembiayaan pendidikan tinggi serta skema pelaksanaannya.
Kuliah Gratis PTN Butuh Sekitar Rp93,74 Triliun
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan pemerintah juga tengah mematangkan rencana pendidikan gratis di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN). Kementerian sebelumnya telah menghitung kebutuhan anggaran untuk menggratiskan pendidikan di seluruh PTN sebesar Rp93,742 triliun. Perhitungan tersebut mencakup sekitar 2,83 juta mahasiswa pada jenjang vokasi maupun akademik.
Brian mengatakan rencana tersebut telah dibahas bersama Danantara dan Presiden Prabowo Subianto. Namun, angka kebutuhan anggaran yang disampaikan kepada DPR masih merupakan perhitungan awal dan pemerintah masih melakukan analisis terhadap berbagai kemungkinan skema pelaksanaan. “Iya pastinya semuanya ya,” kata Brian kepada wartawan di Istana, dikutip Rabu (23/9/2026).
Menurut Brian, hasil analisis tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Presiden untuk menentukan tahapan pelaksanaan program. Presiden juga memberikan arahan agar pendidikan tinggi dapat memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat, termasuk kelompok masyarakat yang tidak mampu.
Brian mengatakan dukungan pemerintah terhadap akses pendidikan tinggi selama ini sudah cukup besar. Namun, Presiden meminta dukungan tersebut terus ditingkatkan. “Nanti mungkin setelah Bapak Presiden sudah memberikan arahan mungkin kalau tidak minggu ini minggu depan kami adakan rapat terbatas khusus membahas hal ini,” kata Brian.
Pemerintah Masih Mengkaji Skema
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sebelumnya menyatakan telah melakukan penghitungan kebutuhan pembiayaan pendidikan tinggi sebagai tindak lanjut arahan Presiden. Penghitungan tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan anggaran sekaligus kemungkinan skema penerapan pendidikan tinggi gratis.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto telah membahas perluasan akses pendidikan gratis dalam rapat terbatas di Istana Merdeka pada 23 September 2026. Pemerintah menyatakan komitmen tersebut mencakup pendidikan negeri mulai dari taman kanak-kanak, pendidikan dasar dan menengah, hingga rencana pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri.
Dengan demikian, target pendidikan gratis hingga perguruan tinggi pada 2028 masih berada dalam tahap pemetaan kebutuhan anggaran, penyusunan skema, dan persiapan tata kelola. Program percontohan senilai sekitar Rp5 triliun untuk SD-SMP menjadi salah satu tahap awal sebelum kebijakan diperluas secara bertahap. (*)
(Zaky Al Hamzah)
(Sumber: bloombergtechnoz.com)
