PT Antam Serap 9 Ton Emas Freeport, Pasokan Domestik Makin Kuat
Proses produksi Logam Mulia PT Antam. (Foto: Antam)
GEBRAK.ID — PT Aneka Tambang Tbk atau Antam memperkuat rantai pasok emas nasional dengan menyerap 9 ton emas produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Antam untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya mineral dalam negeri sekaligus memastikan kebutuhan bahan baku emas dapat dipenuhi melalui pasokan domestik.
Direktur Utama Antam Untung Budiharto mengatakan, penyerapan emas dari PTFI menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperkuat ekosistem emas nasional dari hulu hingga hilir.
“Realisasi pembelian 9 ton emas dari PTFI sepanjang Januari hingga Agustus 2026 menunjukkan komitmen Antam untuk terus meningkatkan pemanfaatan emas yang bersumber dari dalam negeri,” ujar Untung, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Untung, kerja sama tersebut juga memberikan nilai tambah lebih besar bagi sumber daya mineral Indonesia karena proses pengolahan dan pemanfaatannya berlangsung dalam rantai industri nasional.
“Sinergi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus memastikan sumber daya mineral Indonesia dapat memberikan nilai tambah yang semakin besar di dalam negeri,” kata Untung.
Emas yang diserap Antam berasal dari fasilitas Precious Metals Refinery (PMR) milik PTFI di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas tersebut menghasilkan emas dengan tingkat kemurnian 99,99 persen.
Antam dan PTFI sebelumnya telah memiliki kerja sama jual beli emas dengan kapasitas hingga 30 ton per tahun. Kemitraan ini memperkuat hubungan industri emas dari sisi hulu hingga hilir sekaligus memberikan kepastian pasokan bahan baku domestik. Kerja sama pembelian emas hingga 30 ton tersebut juga tercatat dalam laporan keberlanjutan ANTAM.
Selain Freeport Indonesia, Antam mengembangkan sumber pasokan emas dari sejumlah produsen nasional. Di antaranya PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Merdeka Group, PT Citra Palu Minerals (CPM), PT Agincourt Resources, PT Sumbawa Jutaraya (SJR), PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), dan PT Indo Muro Kencana (IMK).
Penguatan pasokan menjadi penting karena bisnis emas masih menjadi penopang utama kinerja Antam. Pada semester I 2026, perusahaan mencatat penjualan emas sebesar 18.080 kilogram atau 18,08 ton dengan nilai Rp50,39 triliun.
Angka tersebut tumbuh sekitar 1 persen dibandingkan penjualan emas pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp49,68 triliun. Kontribusinya mencapai sekitar 80 persen dari total penjualan bersih Antam semester I 2026 sebesar Rp62,71 triliun. Data resmi perusahaan juga mencatat produksi emas dari tambang ANTAM mencapai 433 kilogram pada periode tersebut.
Secara keseluruhan, Antam membukukan laba periode berjalan Rp6,91 triliun pada semester I 2026, naik 34 persen dibandingkan Rp5,14 triliun pada semester I 2025. Penjualan bersih perusahaan juga meningkat 6 persen menjadi Rp62,71 triliun.
“Antam terus memperkuat bisnis emas secara terintegrasi, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan dan pemurnian, manufaktur hingga pemasaran kepada masyarakat,” kata Untung.
Antam berharap penguatan kerja sama dengan produsen emas nasional dapat membentuk ekosistem emas Indonesia yang semakin terintegrasi. Strategi tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.
(Devona R/Sumber: Antam)
