Ratusan Sekolah di Jatim Dapat Revitalisasi pada 2026, Ini Rinciannya
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat menghadiri kegiatan Penguatan Implementasi Program Prioritas dan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jawa Timur di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Destian/BKHM Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID, SURABAYA – Pemerintah memperluas program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jawa Timur (Jatim) pada 2026. Sebanyak 248 SMA, 307 SMK, dan 121 SLB mendapat dukungan revitalisasi untuk memperbaiki sarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, revitalisasi sekolah berjalan beriringan dengan program Digitalisasi Pembelajaran. Kedua program tersebut menjadi bagian dari prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti dalam kegiatan Penguatan Implementasi Program Prioritas dan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Abdul Mu’ti, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan empat fondasi. Keempatnya mencakup infrastruktur fisik melalui revitalisasi dan digitalisasi, infrastruktur pedagogis melalui peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan, infrastruktur budaya lewat penguatan karakter, serta infrastruktur regulasi yang mendukung pendidikan bermutu.
Pemerintah juga memperluas cakupan revitalisasi secara nasional. Setelah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan pada 2025, pemerintah menargetkan program tersebut menjangkau 71.744 satuan pendidikan pada 2026.
Pelaksanaan revitalisasi menggunakan mekanisme swakelola. Skema ini memungkinkan sekolah menyesuaikan pembangunan dengan kebutuhan masing-masing sekaligus melibatkan masyarakat sekitar. Kemendikdasmen sebelumnya menjelaskan bahwa pola tersebut juga dapat memberikan dampak ekonomi karena membuka kesempatan kerja selama proses pembangunan.
Pada 2026, pemerintah memprioritaskan sekolah dengan kerusakan berat, satuan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang terdampak bencana. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp14 triliun untuk program revitalisasi pada tahun ini.
“Saya ingin mengajak semua kita untuk mendukung program ini. Jangan ada yang mengganggu program ini untuk kepentingan pribadi,” tegas Abdul Mu’ti.
Selain pembenahan fisik, Kemendikdasmen mendorong Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP), laptop, materi pembelajaran, serta pelatihan bagi guru. Perangkat tersebut diharapkan membantu pendidik menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi dukungan pemerintah pusat. Menurut dia, manfaat revitalisasi sudah dirasakan satuan pendidikan di berbagai wilayah, termasuk daerah yang membutuhkan perhatian khusus.
“Salah satu program nasional yang sangat kami rasakan dampaknya adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh keluarga besar pendidikan di Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Menteri, dan seluruh jajarannya,” kata Aries.
Aries menilai revitalisasi tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik. Perbaikan gedung harus berjalan bersama peningkatan kualitas proses belajar.
“Bagi kami, revitalisasi bukan hanya soal memperbaiki gedung atau tembok. Revitalisasi harus menghidupkan kembali semangat sekolah. Gedung boleh baru, tetapi yang jauh lebih penting bagaimana di dalam gedung ini lahir pembelajaran yang lebih baik,” pungkas Aries.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID