Gebrakan Baru Koperasi: Bakal Punya Pabrik Minyak Goreng dan Kuasai Pasar Kopdes
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono (tengah) meninjau Koperasi Merah Putih Desa Nglawak, Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA/HO-Kemenkop)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyiapkan langkah baru untuk memperkuat peran koperasi di sektor produksi dan distribusi. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan koperasi akan memiliki pabrik minyak goreng sendiri yang produknya nantinya dipasarkan melalui gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta koperasi lainnya.
“Insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan punya pabrik minyak goreng yang diproduksi oleh koperasi sendiri,” ujar Ferry dalam peluncuran Logo Kongres Nasional/Majelis Tahkin ke 42 Syarikat Islam yang digelar di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Menurut Ferry, keberadaan pabrik tersebut diharapkan mendorong masyarakat menggunakan minyak goreng produksi koperasi. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berperan sebagai lembaga distribusi, tetapi juga masuk ke sektor produksi dan industri.
Migor Dijual di Gerai Kopdes/Merah Putih
Minyak goreng hasil produksi koperasi nantinya akan dijual melalui gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan jaringan koperasi lainnya.
Ferry mengatakan langkah tersebut juga berkaitan dengan upaya memperluas keterlibatan koperasi dalam rantai nilai industri kelapa sawit. Ia menyoroti penguasaan lahan perkebunan sawit dan industri pengolahan oleh perusahaan besar.
Ia menyebut sekitar 20 perusahaan besar menguasai 52 persen lahan perkebunan sawit di Indonesia, termasuk penguasaan terhadap pabrik minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan berbagai produk turunannya.
Namun, uangnya hanya berputar kepada 100–200 keluarga tersebut. Sehingga, pendekatan tersebut akan dihentikan dan diganti. “Kita akan gantikan. Kami kemarin sudah meresmikan pabrik-pabrik CPO oleh koperasi, sekarang kami tidak mungkin lagi membiarkan kita tergantung kepada minyak goreng dari perusahaan-perusahaan tersebut,” kata Ferry.
Menurut dia, pengembangan pabrik minyak goreng merupakan bagian dari keseriusan pemerintah untuk mendorong koperasi kembali masuk ke sektor produksi, distribusi, hingga industri.
KUD Kelola Pabrik Pengolahan CPO
Langkah tersebut melanjutkan pengembangan hilirisasi sawit berbasis koperasi yang sebelumnya telah dilakukan Kemenkop. Pada Rabu (12/8/2026), Ferry meresmikan pabrik pengolahan CPO yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Pabrik tersebut ditargetkan menjadi model hilirisasi sawit berbasis koperasi yang dapat direplikasi di daerah lain. Dengan nilai investasi sekitar Rp100 miliar, fasilitas itu memiliki kapasitas pengolahan hingga 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam.
Produk CPO yang dihasilkan saat ini dipasarkan kepada sejumlah mitra industri, salah satunya Wilmar. Ferry juga mendorong koperasi sawit untuk memperluas kegiatan usaha ke produk turunan kelapa sawit, termasuk pembangunan fasilitas pemurnian minyak goreng atau refinery. Dengan pengembangan tersebut, koperasi diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dari hulu hingga hilir dalam rantai industri sawit. (*)
(Zaky Al Hamza/Antara)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID