Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 4.018 Orang, Ribuan Kasus Masih Tercatat
Virus Ebola. (Foto ilustrasi: Anadolu/Dilara İrem Sancar)
GEBRAK.ID — Wabah penyakit akibat virus Ebola di Republik Demokratik Kongo telah menelan ribuan korban jiwa. Data terbaru menunjukkan sedikitnya 4.018 orang meninggal dunia setelah hampir 8.300 kasus Ebola tercatat di sejumlah wilayah negara tersebut.
Informasi tersebut disampaikan portal berita Actualite dengan mengutip data dari Lembaga Kesehatan Masyarakat Nasional Kongo atau INSP, Sabtu (3/10/2026). Kasus Ebola yang telah dikonfirmasi tersebar di tujuh provinsi.
Dari hampir 8.300 kasus yang tercatat, sebanyak 4.018 pasien meninggal dunia. Angka tersebut membuat tingkat kematian akibat Ebola mencapai 48,4 persen.
Di tengah tingginya angka kematian, sebanyak 2.162 orang dilaporkan telah dinyatakan sembuh. Data tersebut menunjukkan bahwa penanganan terhadap pasien terus berlangsung di tengah penyebaran penyakit yang menjadi perhatian kesehatan masyarakat.
Ancaman Ebola juga mendapat perhatian dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Afrika. Direktur Jenderal CDC Afrika Jean Kaseya sebelumnya mengingatkan bahwa virus tersebut berpotensi menjadi ancaman bagi negara-negara yang berada di sekitar Republik Demokratik Kongo.
Peringatan itu menjadi perhatian karena mobilitas penduduk antardaerah dan antarnegara dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular. Karena itu, pemantauan terhadap kasus dan kondisi kesehatan di wilayah sekitar Kongo menjadi bagian penting dalam upaya mencegah perluasan wabah.
Ebola merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kondisi berat dan memiliki tingkat kematian tinggi. Penanganan pasien serta pengendalian penularan menjadi langkah penting untuk membatasi dampak wabah.
Dengan lebih dari 4.000 kematian yang telah dilaporkan, perkembangan kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo masih menjadi perhatian serius. Data mengenai jumlah kasus dan korban dapat berubah seiring berlangsungnya pendataan serta penanganan di lapangan.
(Saeful Imam/Sumber: Sputnik)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID