Indonesia Raih Enam Emas di IMSO-23, Talenta Muda Buktikan Kerja Keras Berbuah Prestasi
Tim Indonesia dalam pentupan IMSO-23 tahun 2026 di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026). (Foto: Rayhan/BKHM Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID, DEPOK — Talenta muda Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Pada ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 tahun 2026, tim Indonesia berhasil membawa pulang enam medali emas, 27 medali perak, dan 28 medali perunggu.
Prestasi tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang dijalani para peserta melalui belajar, latihan, dan persiapan secara konsisten. Bagi Aiden Gracio, peraih medali emas bidang Matematika dari SD Witama Plus Srikandi Pekanbaru, pencapaian itu terasa istimewa setelah melewati berbagai tahapan kompetisi.
“Saya sangat senang dan bangga dengan diri saya sendiri karena kerja keras kita akhirnya terbayarkan,” ujar Aiden, murid kelas VI tersebut dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Kamis (8/10/2026).
Selain kemampuan akademik, Aiden mendapatkan pelajaran penting mengenai cara mengelola tekanan saat bertanding. Menurut dia, tekanan yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi performa peserta dan hasil akhir kompetisi.
“Jangan sampai tekanan mengambil alih saat berkompetisi karena hasilnya bisa menurun. Dari yang seharusnya mendapatkan emas, bisa turun menjadi perak karena tekanan,” tuturnya.
Pengalaman berbeda dirasakan Laudya Senja Madinah Alisjahbana, peraih emas bidang Sains dari SDIA 61 Summarecon Serpong. Bagi Laudya, IMSO-23 bukan sekadar arena untuk mengejar medali, tetapi juga kesempatan bertemu peserta lain dan memperluas pengalaman belajar.
“Saya bangga dan senang. Saya ingin terus mencoba menjadi lebih baik di sekolah. Pengalaman yang paling menyenangkan adalah belajar bersama teman-teman dan mempelajari hal-hal baru,” kata Laudya.
Laudya pun mengingatkan peserta didik lainnya agar tidak menjadikan predikat sebagai yang terbaik sebagai satu-satunya tujuan. “Yang penting kalian sudah berusaha, tidak perlu kalian menjadi yang terbaik, namun kalian harus memaksimalkan kerja keras agar mendapat hasil yang kalian inginkan,” ujarnya.
Sementara itu, Team Leader Indonesia pada IMSO-23, Muchammad Fachri, mengaku capaian tim Indonesia melampaui perkiraan. Dari total perolehan tersebut, empat medali emas berasal dari bidang Matematika dan dua lainnya dari bidang Sains.
Baca juga: IMSO Ke-23 Ditutup, Fondasi Matematika dan Sains Murid Jadi Sorotan
Pada bidang Matematika, Indonesia meraih 13 medali perak dan 14 medali perunggu. Sementara di bidang Sains, tim Indonesia memperoleh 14 medali perak dan 14 medali perunggu.
“Ini sesuatu yang patut kita syukuri. Hasilnya sungguh di luar prediksi. Kami tidak menyangka akan mendapatkan sebanyak ini, tetapi Indonesia mendapatkan banyak medali,” ucap Fachri.
Menurut Fachri, prestasi tersebut tidak lahir dari persiapan dalam waktu singkat. Para peserta harus membangun kemampuan melalui proses belajar dan latihan yang dilakukan secara konsisten.
“IMSO itu membutuhkan kerja keras, bukan hanya satu atau dua bulan, tetapi bisa bertahun-tahun,” katanya.
Semangat untuk terus belajar juga menjadi pesan utama dari perhelatan IMSO-23. Fachri mendorong para murid di seluruh Indonesia agar tidak mudah menyerah dan terus mengembangkan kemampuan, baik di bidang matematika dan sains maupun bidang lainnya.
Pesan serupa disampaikan Tahmid Hasan, perwakilan Bangladesh yang meraih medali emas bidang Sains. Ia mengaku sempat memperkirakan hanya memperoleh medali perak atau perunggu karena merasa penampilannya belum maksimal.
Perolehan emas akhirnya menjadi kejutan sekaligus kebahagiaan bagi Tahmid. Lebih dari sekadar medali, ia menilai kesempatan berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara menjadi pengalaman berharga.
“Jangan pernah menyerah. Selalu ada kesempatan untuk melihat kemungkinan-kemungkinan baru. Jika kita menyerah, semuanya menjadi tidak berarti. Namun, jika kita terus berjuang, suatu hari kita dapat mencapainya,” ujarnya.
Bagi para peserta IMSO-23, deretan medali yang diraih bukanlah akhir perjalanan. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan membutuhkan ketekunan, keberanian menghadapi tekanan, serta kemauan untuk terus belajar dan bertumbuh.
“Teruslah belajar, jangan kehilangan semangat, dan bekerja keras. Semoga para murid Indonesia dapat mengharumkan nama Indonesia di berbagai bidang dan membantu Indonesia menjadi lebih baik dan lebih maju,” pungkas Fachri.
Adapun International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 resmi berakhir di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026).
(Devona R/Sumber: BKHM Kemendikdasmen)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID