Granit Xhaka Didenda Rp3,2 Miliar terkait Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu
Kapten tim nasional Swiss sekaligus gelandang Sunderland, Granit Xhaka, dijatuhi hukuman denda sekitar 136 ribu poundsterling atau setara Rp3,2 miliar dalam kasus sertifikat vaksin Covid-19 palsu. (Foto: SVF)
GEBRAK.ID — Kapten tim nasional (timnas) Swiss sekaligus gelandang Sunderland, Granit Xhaka, dijatuhi hukuman denda sekitar 136 ribu poundsterling atau setara Rp3,2 miliar dalam kasus sertifikat vaksin Covid-19 palsu.
Xhaka menyatakan menerima putusan pengadilan dan bersedia bertanggung jawab atas tindakannya. Melalui akun Instagram pada Jumat (9/10/2026), pemain berusia 34 tahun itu juga menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang memberikan dukungan selama beberapa pekan terakhir.
“Saya menerima keputusan tersebut dan bertanggung jawab atas tindakan saya. Terima kasih atas banyaknya pesan dukungan dalam beberapa pekan terakhir. Pesan-pesan tersebut sangat berarti bagi saya,” tulis Xhaka.
Gelandang tersebut dinyatakan bersalah karena memperoleh sertifikat vaksin Covid-19 palsu. Meski demikian, pelaksanaan denda ditangguhkan selama dua tahun dengan ketentuan Xhaka tidak melakukan pelanggaran hukum lain. Ia juga mengaku telah membayar biaya perkara.
“Saya sudah mengatakan beberapa pekan lalu secara langsung di sini bahwa saya akan bertanggung jawab atas keputusan saya. Saya tetap berpegang pada hal tersebut,” ujar Xhaka.
Kasus ini berkaitan dengan sertifikat yang diduga diperoleh Xhaka pada 2022, ketika dokumen Covid-19 diperlukan untuk mengakses sejumlah tempat dan kegiatan di Swiss, serta untuk memenuhi persyaratan perjalanan ke luar negeri.
Saat itu, Xhaka masih memperkuat Arsenal. Pada 21 September 2026, ia mengakui percaya terhadap vaksin, tetapi mengungkapkan bahwa kekhawatiran dan ketidakpastian turut memengaruhi keputusannya.
Baca juga: Swiss Kehilangan Granit Xhaka dalam 4 Laga Setelah Akui Pakai Sertifikat Vaksin Covid Palsu
Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss sebelumnya menjelaskan bahwa negara tersebut tidak pernah memberlakukan kewajiban hukum secara umum bagi masyarakat untuk memiliki sertifikat vaksin Covid-19. Namun, dokumen itu tetap menjadi syarat untuk mengakses sejumlah aktivitas, tempat, dan perjalanan hingga kebijakan tersebut berakhir pada musim semi 2022.
Xhaka tercatat sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak bersama timnas Swiss, yakni 152 kali. Ia juga menjadi kapten saat Swiss tampil di Piala Dunia 2026 sebelum tersingkir pada perempat final setelah kalah dari Argentina.
Di level klub, Xhaka diperkirakan kembali memperkuat Sunderland saat menghadapi Brighton pada Sabtu (10/10/2026).
Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, memilih tidak membahas persoalan di luar lapangan. Namun, ia menilai Xhaka menunjukkan performa latihan yang baik selama jeda internasional.
“Tidak ada komentar mengenai hal-hal di luar lapangan. Namun, dari apa yang saya lihat selama jeda internasional, dia berlatih dengan sangat baik. Itu positif. Dia berada dalam kondisi yang baik dari sisi sepak bola dan bagi saya, itu yang paling penting,” kata Le Bris menandaskan.
(A. Rayyan K/Sumber: Instagram)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID