Permintaan iPhone 18 Pro Melemah, Apple Lakukan hal ini
iPhone 18 Pro di toko ritel Apple, berlokasi di Fifth Avenue. (Foto: Bloomberg/Michael Nagle)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Apple Inc. dilaporkan memangkas pesanan komponen iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max kepada pemasoknya setelah permintaan konsumen tidak memenuhi ekspektasi. Langkah ini disebut berkaitan dengan kenaikan biaya chip memori dan harga jual perangkat yang lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya.
Laporan Nikkei Asia yang dikutip Reuters pada Jumat (9/10/2026) menyebutkan Apple mengurangi pesanan komponen untuk Oktober sedikitnya 15 persen dari proyeksi awal. Sejumlah sumber yang mengetahui keputusan tersebut juga menyebut pemangkasan pesanan mencapai kisaran 15–20 persen. Meski demikian, penyesuaian pesanan komponen tidak serta-merta membuktikan penurunan penjualan dalam besaran yang sama. Hingga laporan tersebut diterbitkan, Apple belum memberikan konfirmasi resmi mengenai pemangkasan pesanan yang dilaporkan media.
Harga iPhone 18 Pro Naik US$100
Kenaikan harga menjadi salah satu faktor yang disorot dalam laporan tersebut. iPhone 18 Pro kini dibanderol mulai US$1.199, sedangkan iPhone 18 Pro Max mulai US$1.299 di pasar Amerika Serikat. Kedua model tersebut masing-masing mengalami kenaikan harga US$100 dibandingkan pendahulunya. Pada saat yang sama, industri ponsel menghadapi tekanan biaya komponen akibat meningkatnya permintaan chip memori untuk pusat data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kondisi ini menempatkan Apple pada posisi sulit. Perusahaan perlu menjaga margin keuntungan di tengah kenaikan biaya produksi, tetapi harga jual yang lebih tinggi berpotensi membuat sebagian konsumen menunda pembelian. Seorang eksekutif di rantai pasok yang identitasnya tidak diungkapkan mengatakan kepada Nikkei Asia bahwa permintaan kali ini berbeda dibandingkan peluncuran sebelumnya. “Permintaan tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya ketika semua model baru diperkenalkan secara bersamaan,” katanya. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa perubahan pola peluncuran produk juga berpotensi memengaruhi minat konsumen, selain faktor harga dan biaya komponen.
Biaya Produksi iPhone 18 Pro Diprediksi Naik
Tekanan biaya komponen turut disorot perusahaan riset pasar TrendForce. Dalam analisis yang dipublikasikan pada 10 Agustus 2026, TrendForce memperkirakan biaya bill of materials (BoM), yakni total biaya material dan komponen, untuk iPhone 18 Pro berkapasitas 256 GB meningkat sekitar 38 persen secara tahunan dibandingkan generasi sebelumnya.
Baca Juga
Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh lonjakan harga memori. TrendForce mencatat porsi biaya memori terhadap total BoM iPhone Pro 256 GB meningkat dari sekitar 10 persen setahun sebelumnya menjadi sekitar 34 persen pada kuartal III 2026. Biaya produksi yang meningkat membuat produsen harus menentukan strategi harga dan margin secara lebih cermat. Jika seluruh kenaikan biaya diteruskan kepada konsumen, harga perangkat dapat menjadi semakin mahal dan berpotensi menekan permintaan.
iPhone Duo Pengaruhi Permintaan Seri Pro
Selain kenaikan harga, kehadiran iPhone Duo, perangkat lipat Apple dengan layar sekitar 7,6 inci sebagaimana disebut dalam laporan tersebut, diperkirakan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi permintaan seri Pro. Ponsel lipat telah lebih dahulu dikembangkan oleh Samsung Electronics dan sejumlah produsen asal China. Kehadiran perangkat lipat dari Apple menjadi perhatian karena perusahaan memasuki segmen yang telah berkembang selama beberapa tahun.
Dalam laporan yang menjadi rujukan, iPhone Duo disebut memperoleh respons positif dalam sejumlah ulasan, terutama terkait penyempurnaan desain dan minimnya bekas lipatan pada layar ketika perangkat dibuka.
Perangkat tersebut juga diklaim mendapat sorotan besar dalam strategi pemasaran Apple. CEO Apple John Ternus disebut menggambarkan perangkat lipat itu sebagai “intelligent personal hub”. Namun, pengaruh iPhone Duo terhadap penurunan permintaan iPhone 18 Pro masih berupa dugaan. Belum tersedia data penjualan terperinci yang membuktikan bahwa konsumen secara langsung mengalihkan pembelian dari model Pro ke perangkat lipat tersebut.
Dua Tantangan Apple
Pemangkasan pesanan komponen, jika laporan tersebut terkonfirmasi, dapat menjadi bagian dari penyesuaian produksi Apple terhadap perkembangan permintaan pasar. Di satu sisi, perusahaan harus menghadapi kenaikan harga memori dan kebutuhan komponen untuk mendukung fitur AI. Di sisi lain, konsumen mempertimbangkan harga, manfaat peningkatan fitur, serta pilihan perangkat lain sebelum mengganti ponsel.
Apple secara resmi memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada 9 September 2026. Dalam pengumuman produknya, perusahaan menonjolkan peningkatan kamera, performa, daya tahan baterai, serta kemampuan kecerdasan buatan.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada realisasi penjualan, ketersediaan komponen, dan kemampuan Apple mempertahankan daya tarik produk premiumnya. Untuk saat ini, laporan pemangkasan pesanan menjadi sinyal adanya penyesuaian di rantai pasok, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa penjualan iPhone 18 Pro mengalami kemerosotan secara menyeluruh. (*)
(Zaky Al Hamzah/Reuters/bloombergtechnoz)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID