Bandara Riyadh Ditutup hingga 17 Oktober, Penerbangan Terganggu
Penutupan Bandara Internasional Riyadh diperpanjang hingga 17 Oktober 2026 sebagai dampak serangan Houthi. Tampak aktivitas di area Bandara Internasional di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. (Foto: indtoday/dok)
GEBRAK.ID, RIYADH — Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, dijadwalkan tetap ditutup hingga 17 Oktober 2026 menyusul meningkatnya kekhawatiran keamanan setelah laporan serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman. Perpanjangan penutupan tersebut berdampak pada perjalanan udara domestik dan internasional serta memicu pembatalan sejumlah penerbangan.
Berdasarkan informasi yang tersedia, penangguhan operasional bandara diperpanjang melalui Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan pada Senin, 12 Oktober 2026. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi dilaporkan masih mengevaluasi aspek keselamatan dan kesiapan operasional bandara bersama pihak berwenang terkait.
Keputusan untuk memperpanjang penutupan berkaitan dengan kekhawatiran atas perkembangan situasi keamanan setelah laporan serangan pada 10 dan 11 Oktober 2026. Namun, rincian serangan serta angka korban yang dilaporkan belum dapat diverifikasi secara independen berdasarkan informasi yang tersedia.
Picu Kekhawatiran Keamanan
Pihak berwenang Saudi dilaporkan menyebut serangan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 320 lainnya. Meski demikian, angka korban tersebut masih memerlukan konfirmasi dari sumber independen. Situasi ini meningkatkan perhatian terhadap keamanan infrastruktur penerbangan di kawasan tersebut. Evaluasi yang dilakukan otoritas Saudi menjadi salah satu faktor yang menentukan kapan operasional Bandara Internasional King Khalid dapat kembali berjalan normal.
Penutupan bandara juga menimbulkan ketidakpastian bagi calon penumpang. Sejumlah penerbangan dilaporkan dibatalkan, sehingga penumpang perlu menyesuaikan jadwal perjalanan, termasuk penerbangan lanjutan menuju destinasi domestik maupun internasional.
Baca Juga
Kedutaan AS Keluarkan Imbauan Perjalanan
Di tengah perkembangan situasi keamanan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Arab Saudi mengeluarkan imbauan bagi warga negaranya yang berencana bepergian melalui bandara-bandara di kerajaan tersebut.

Kedutaan menyatakan bahwa pegawai pemerintah AS wajib memperoleh izin khusus sebelum menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi. Warga negara AS juga diimbau untuk sangat berhati-hati apabila tetap memilih melakukan perjalanan melalui bandara di negara tersebut. Imbauan itu dikeluarkan ketika otoritas terkait masih mengevaluasi situasi keamanan dan potensi risiko terhadap infrastruktur penerbangan.
Penumpang Diminta Update Informasi
Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan melalui Riyadh disarankan memeriksa status penerbangan secara langsung kepada maskapai masing-masing. Informasi mengenai pembatalan, penjadwalan ulang, pengembalian dana, dan alternatif rute perlu dipastikan melalui saluran resmi maskapai. Calon penumpang juga perlu mengikuti pengumuman dari otoritas bandara dan pemerintah setempat sebelum berangkat menuju bandara.
Hingga informasi yang tersedia, belum ada kepastian mengenai waktu pemulihan operasional secara penuh. Durasi gangguan penerbangan akan bergantung pada hasil evaluasi keamanan dan keputusan lanjutan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi. Dengan demikian, perkembangan situasi keamanan di Riyadh dan pengumuman resmi otoritas penerbangan menjadi faktor penting yang perlu dipantau oleh penumpang selama masa penutupan bandara.

13 Orang Tewas, 320 Orang Luka-luka
Menurut pihak berwenang Arab Saudi, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 320 orang lainnya. Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) memperpanjang penangguhan operasional pada hari Senin (12/10/2026).
Sementara para pejabat melakukan penilaian terhadap aspek keselamatan dan kesiapan operasional fasilitas bandara dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak berwenang terkait. (*)
(Zaky Al Hamzah/indtoday/bbc)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID