Renault E-Space Hadir dengan 6 Kursi dan Desain Futuristis, MPV Listrik Siap Bangkit Lagi?
Renault Megane E-Tech Electric 2026. (Foto ilustrasi: Renault)
GEBRAK.ID – Renault memperkenalkan kendaraan konsep listrik E-Space dengan konfigurasi enam penumpang dalam tiga baris kursi. Kehadiran konsep ini menjadi sinyal bahwa pabrikan asal Prancis tersebut kembali mengeksplorasi potensi mobil multiguna atau multi-purpose vehicle (MPV) di tengah dominasi SUV dan crossover di pasar otomotif.
Mengutip laporan Top Gear pada Senin (12/10/2026) waktu setempat, E-Space dirancang untuk menghadirkan kabin lapang, fleksibilitas ruang, dan kenyamanan penumpang dalam dimensi kendaraan yang relatif ringkas. Renault belum memastikan apakah konsep ini akan diproduksi secara massal.
Meski demikian, E-Space memperlihatkan arah eksplorasi desain Renault yang ingin menghidupkan kembali karakter kendaraan satu ruang, sebuah konsep yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan tersebut.
Kabin Fleksibel dengan Tiga Baris Kursi
Di bawah arahan Alexandre Malval, yang ditunjuk sebagai kepala desain Renault pada Januari untuk menggantikan Gilles Vidal, E-Space mengusung panjang bodi 4,72 meter. Mobil ini memiliki tiga baris kursi dengan masing-masing baris menyediakan dua tempat duduk.
Renault merancang kursi yang dapat digeser dan diputar untuk memberikan keleluasaan dalam mengatur ruang kabin. Lantai yang rata juga mendukung pergerakan penumpang sekaligus menciptakan kesan interior lebih luas.
Baca Juga
Kesan lapang diperkuat melalui posisi kursi yang tinggi, garis jendela rendah, serta pilar ramping. Kombinasi tersebut memungkinkan penumpang menikmati pandangan ke luar dengan lebih leluasa.
Interiornya tampil minimalis dengan layar panorama yang diproyeksikan sebagai bagian dari pengalaman berkendara modern. Teknologi dan tata ruang seperti ini juga berpotensi menjadi inspirasi bagi kendaraan Renault pada masa mendatang.
Terinspirasi Espace Legendaris
Dari sisi eksterior, E-Space mengambil inspirasi dari Renault Espace generasi pertama yang meluncur pada 1984. Bentuk jendela samping belakangnya juga mengingatkan pada Espace generasi ketiga yang diperkenalkan pada 1996.
Sementara itu, desain bagian depan disebut memiliki kemiripan dengan kereta cepat TGV asal Prancis. Perpaduan inspirasi tersebut menghasilkan tampilan futuristis yang berbeda dari desain SUV pada umumnya.
Kepala Desain Renault Group, Laurens van den Acker, melihat perkembangan teknologi kendaraan otonom sebagai peluang untuk menghidupkan kembali konsep MPV. Ketika kendaraan semakin mampu mengambil alih tugas mengemudi, penumpang berpotensi memiliki lebih banyak waktu untuk bekerja, bersantai, atau melakukan aktivitas lain selama perjalanan.
Menurut pandangan tersebut, kendaraan masa depan tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai ruang yang mendukung berbagai kebutuhan penumpang.
MPV Hadapi Tantangan Dominasi SUV
Renault memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan kendaraan berkonsep satu ruang melalui sejumlah model, seperti Twingo, Modus, Scenic, dan Espace. Namun, pergeseran minat konsumen menuju SUV membuat segmen MPV menghadapi tantangan untuk kembali populer.
Melalui E-Space, Renault mengeksplorasi kemungkinan menghadirkan kendaraan yang mengutamakan fleksibilitas, kenyamanan, dan pemanfaatan ruang. Meski belum ada kepastian produksi, konsep ini menunjukkan bahwa desain MPV masih memiliki peluang untuk berkembang, terutama jika dipadukan dengan elektrifikasi dan teknologi berkendara masa depan.
(A. Rayyan K/Sumber: Top Gear)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID