UI Tembus Peringkat 600–700 Dunia THE WUR 2027, Penguatan Riset Jadi Kunci
Universitas Indonesia (UI) mencatat peningkatan posisi dalam pemeringkatan universitas dunia Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. UI kini berada di kelompok peringkat 600–700 universitas terbaik dunia, naik dari kelompok 800 besar pada tahun sebelumnya. (Foto: Humas UI)
GEBRAK.ID, DEPOK — Universitas Indonesia (UI) mencatat peningkatan posisi dalam pemeringkatan universitas dunia Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. UI kini berada di kelompok peringkat 600–700 universitas terbaik dunia, naik dari kelompok 800 besar pada tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut berkaitan dengan perbaikan sejumlah indikator penilaian, meliputi lingkungan riset, kualitas penelitian, hubungan dengan industri, dan pandangan internasional. Capaian ini sekaligus mendorong UI untuk terus memperkuat ekosistem penelitian di tengah tantangan pendanaan.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Prof. Dr. Hamdi Muluk, mengatakan kampus tengah membangun pusat dan klaster riset untuk meningkatkan kapasitas penelitian sekaligus memperkuat reputasi akademik. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang bagi para peneliti UI untuk memperoleh hibah berskala besar.
“Kita membangun pusat-pusat riset dan klaster riset, sekaligus memperkuat reputasinya. Setelah itu, kita dapat mengajukan proposal hibah penelitian berskala besar,” kata Hamdi dalam siaran persnya, Senin (12/10/2026).
Upaya ini menjadi semakin penting karena UI menghadapi tantangan akibat pemangkasan anggaran riset pemerintah. Untuk menjaga keberlanjutan penelitian, kampus berupaya mencari sumber pendanaan alternatif melalui kerja sama dengan industri dan lembaga pemberi dana internasional.
Baca Juga
Perkuat Kolaborasi dan Hilirisasi Penelitian
UI tidak hanya mengandalkan hibah penelitian. Kampus juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai industri agar hasil riset dapat dikembangkan menjadi kekayaan intelektual, lisensi, hingga produk yang memiliki nilai ekonomi.
Kerja sama dengan industri dan pemerintah diharapkan mampu menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun kebijakan publik. UI juga ingin memperluas penelitian berbasis keterlibatan masyarakat atau community engagement agar manfaat riset dapat dirasakan secara langsung.
Di sisi internal, UI terus membenahi lingkungan penelitian agar dosen memiliki kesempatan dan dukungan yang lebih baik untuk melakukan riset. Ketersediaan sumber daya, produktivitas peneliti, serta kualitas hasil penelitian menjadi perhatian utama.
“Iklim riset kita kondisikan agar research environment-nya bagus, sehingga dosen senang dan segera meneliti. Availability-nya terus kita tingkatkan, begitu juga produktivitas dan kualitas risetnya,” ujar Hamdi.
Dorong Transformasi Menjadi Universitas Berbasis Riset
Hamdi menjelaskan, UI secara bertahap mengembangkan diri menjadi research university atau universitas berbasis riset. Dalam model tersebut, peran dosen tidak berhenti pada kegiatan mengajar, tetapi juga mencakup pembaruan pengetahuan dan pengembangan temuan ilmiah melalui penelitian.
“Dalam sebuah research university, dosen tidak hanya mengajar. Dosen juga harus terus memperbarui pengetahuan, mencari pengetahuan baru, dan melakukan penelitian, baik dalam bidang teoritis maupun bidang lainnya,” kata Hamdi.
Untuk mendukung langkah itu, UI mendorong dosen bergabung dengan kelompok riset atau laboratorium sehingga penelitian dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Kampus juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan penelitian, termasuk menjadi asisten peneliti sejak tahap awal pendidikan.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat menghubungkan pembelajaran di ruang kelas dengan praktik penelitian. Melalui penguatan ekosistem tersebut, UI berupaya menjaga kualitas riset sekaligus meningkatkan daya saingnya di tingkat internasional.
(Devona R/Sumber: UI)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID