Gantikan LPG 3 Kg, Pemerintah Targetkan CNG 3 Kg Mulai Jalan 2027
Uji coba Tabung Merah Putih di Lemigas selesai, tabung tipe 4 impor China dinyatakan aman. Harga setara LPG, hemat subsidi 30 persen. (Foto: ist)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan implementasi penggunaan gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg dapat dilakukan pada 2027. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan proyek CNG 3 kg saat ini telah melalui uji coba selama satu bulan di Balai Besar Pengujian Migas (Lemigas).
Saat ini proyek masih dalam tahap evaluasi menyeluruh.”Jadi ini nanti akan memakan waktu beberapa bulan lagi sehingga kita harapkan di 2027 sudah bisa diimplementasikan Insyaallah,” ujar Laode saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Dari Uji Lab ke Dapur Warga
Baca Juga
Laode menjelaskan, evaluasi tidak hanya mencakup aspek teknis tabung, tetapi juga proses bisnis dari hulu ke hilir, mulai dari tabung hingga mekanisme penyaluran ke masyarakat. Sebelumnya, uji coba telah memasuki minggu ketiga pada September 2026 dan dinyatakan selesai dengan hasil tabung aman digunakan. Pemerintah memastikan tahap selanjutnya bukan langsung dipasarkan, melainkan uji coba terbatas ke masyarakat di kota-kota besar.
Wilayah Jawa Barat dibidik sebagai salah satu lokasi percontohan awal, bersama Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang yang dinilai sudah memiliki infrastruktur jaringan pipa gas yang memadai.
Tabung Merah Putih Tipe 4 Impor China
Proyek ini diberi nama Tabung Merah Putih. Tahap awal menggunakan sekitar 15 tabung prototipe yang diimpor dari China. Tabung tersebut menggunakan teknologi tipe 4 berbahan komposit plastik dan fiberglass yang jauh lebih ringan dibanding tabung baja tipe 1 hingga 3. Desain ini sengaja dipilih agar tidak memberatkan pengguna rumah tangga. “Material tabung ini sudah sampai ke tipe 4. Tipe 1 semua logam, kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti nggak merasa kok penggantinya berat,” jelas Laode.
Meski awal impor, ESDM membuka peluang produksi di dalam negeri jika kebutuhan masif. Pengadaan selanjutnya akan dilakukan badan usaha melalui skema business to business (B2B) tanpa membebani APBN.
Alasan Mendesak: Kuota LPG Dipangkas
Langkah CNG 3 kg diambil menyusul penurunan alokasi kuota LPG 3 kg pada RAPBN 2027 menjadi 8.000,0 ribu metrik ton (MT) dari usulan awal 8.945,0 ribu MT. Sekretaris Jenderal ESDM Ahmad Erani Yustika menjelaskan pemangkasan bertujuan menekan ketergantungan impor LPG nasional. Kesepakatan ini diambil dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI pada 24 September 2026 yang menyepakati subsidi energi 2027 sebesar Rp261,5 triliun, turun Rp11,44 triliun dari usulan awal. “Kan nanti tahun depan sudah mulai ada ini juga CNG dan seterusnya,” ujar Erani.
Selain CNG, pemerintah juga menyiapkan alternatif lain berupa kompor listrik dan perluasan jaringan gas (jargas) serta transmisi pipa.
Harga Sama, Subsidi Lebih Hemat
Kementerian ESDM memastikan harga jual CNG 3 kg akan disetarakan dengan LPG 3 kg agar tidak membebani masyarakat. Meski harga sama, pemerintah memproyeksikan efisiensi anggaran hingga 30 persen karena pasokan gas berasal dari sumber domestik, bukan impor.
Dengan target implementasi 2027, pemerintah berharap transisi energi rumah tangga bisa lebih berkelanjutan sekaligus mengurangi beban impor LPG yang hingga akhir 2026 diproyeksikan membengkak hingga 8,677 juta ton atau 108,46 persen dari kuota.
(Dinar K/ berbagai sumber)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID