Indonesia Bidik “Harta Karun” Ekspor di 4 Negara Besar
Pengunjung melihat kerajinan seni ukir pada Central Java Furniture and Carving Expo (CJFACE) 2026 di DP Mal, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026). Pemprov Jateng dan Kantor Perwakilan BI Jateng menggelar pameran pada 13-16 Juni 2026 sebagai ajang promosi produk furnitur dan seni ukir UMKM unggulan berkualitas ekspor. (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar/tom).
GEBRAK.ID, JAKARTA – Indonesia tengah menjajaki berbagai cara untuk meningkatkan ekspor ke empat pasar tradisionalnya—Tiongkok, Amerika Serikat, India, dan Jepang—ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, seraya menyoroti potensi ekspor yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Menko Airlangga menekankan perlunya “memperkuat strategi ekspor berbasis komoditas dan pasar” guna menjembatani kesenjangan antara kinerja ekspor Indonesia saat ini dengan potensi ekspor yang dimiliki di negara-negara tersebut. “Pendekatan ini berfokus pada identifikasi komoditas dengan kapasitas ekspor tinggi, pemetaan kesenjangan antara ekspor Indonesia dan permintaan impor negara mitra, serta penyelesaian hambatan yang dihadapi oleh pelaku usaha,” jelas Airlangga, dalam keterangan di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi potensi ekspor yang belum tergarap senilai sekitar US$31 miliar di Tiongkok, khususnya pada sektor mineral dan logam beserta turunannya, mesin dan peralatan elektronik, produk kertas, karet, plastik, serta bahan kimia.
Lebih lanjut, Menko tersebut mencatat bahwa Indonesia memiliki kesenjangan ekspor yang diperkirakan mencapai US$31 miliar di pasar AS, US$10 miliar di India, dan US$5,5 miliar di Jepang. “Hasil pemetaan menunjukkan bahwa peningkatan ekspor tidak hanya memerlukan eksplorasi pasar baru, tetapi juga penguatan kehadiran Indonesia di negara-negara tujuan ekspor tradisionalnya,” ujarnya.
Untuk memanfaatkan potensi ini, ia menambahkan, pemerintah akan berupaya menyelaraskan kapasitas produksi dalam negeri dengan kebutuhan spesifik negara tujuan, dengan fokus pada sektor pertambangan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan manufaktur. “Pemerintah juga berencana untuk memetakan potensi ekspor pada produk-produk elektronik, teknologi, dan telekomunikasi,” katanya.
Baca Juga
Menteri yang juga politisi Partai Golkar ini juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat koordinasi antar kementerian, lembaga, dan pelaku usaha guna mengatasi hambatan ekspor melalui reformasi regulasi, pemenuhan standar pasar, serta penyelesaian kendala teknis. Ia berharap strategi ini akan memungkinkan Indonesia untuk mendiversifikasi komoditas ekspornya dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar, sekaligus merealisasikan potensi ekspornya secara penuh. (*)
(Zaky Al Hamzah/antaranews)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID