Menaker Ingatkan Peserta Pelatihan Vokasi: Jangan Puas dengan Sertifikat, Bangun Portofolio!

pelatihan vokasi menaker

Menaker Yassierli saat memberikan arahan dalam Orientasi Peserta PVN Batch V Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jumat (16/10/2026). (Foto: Humas Kemnaker)

GEBRAK.ID, BEKASI — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) memanfaatkan program pelatihan untuk menguasai keterampilan praktis, menambah pengalaman, dan membangun portofolio. Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari sertifikat yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan peserta menerapkan keahliannya di dunia kerja.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli saat memberikan arahan dalam Orientasi Peserta PVN Batch V Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jumat (16/10/2026). Program kali ini diikuti 14.688 peserta yang menjalani pelatihan di berbagai balai pelatihan vokasi di Indonesia.

Yassierli menegaskan, peserta harus menjadikan pelatihan sebagai kesempatan untuk mempersiapkan masa depan, baik sebagai pekerja maupun calon wirausahawan.

“Kita ingin pelatihan ini menjadi sesuatu yang mengantarkan kesuksesan adik-adik semua,” kata Yassierli.

Yassierli mendorong peserta agar aktif mengikuti proses pembelajaran, berinteraksi dengan instruktur, serta memahami standar kerja sesuai bidang yang dipelajari. Peserta juga perlu menerapkan arahan instruktur dalam praktik agar tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu menyelesaikan pekerjaan secara nyata.

Selain keterampilan teknis, Yassierli menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap kritik dan kemauan untuk terus belajar. Menurutnya, keberanian mencoba hal baru serta kesediaan mengevaluasi hasil pekerjaan menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi dan profesionalisme.

“Orang-orang yang sukses adalah orang yang berani mencoba, terus belajar, dan siap menerima masukan,” ujar Yassierli.

Yassierli menjelaskan, perjalanan karier tidak berhenti ketika seseorang mendapatkan pekerjaan pertama. Pengalaman dan keterampilan yang terus berkembang justru dapat membuka peluang baru, termasuk kesempatan meningkatkan jenjang karier atau merintis usaha sendiri.

Karena itu, Yassierli meminta peserta tidak berhenti setelah menerima sertifikat pelatihan. Mereka perlu menyusun portofolio yang memperlihatkan kemampuan, memperluas jejaring profesional, dan menjaga reputasi melalui hasil kerja yang berkualitas.

Keahlian yang diperoleh juga dapat menjadi modal untuk membangun usaha mandiri. Sebagai contoh, peserta yang memiliki kompetensi di bidang otomotif dapat memanfaatkannya untuk merintis bengkel sesuai keterampilan yang dikuasai.

Pendekatan tersebut sejalan dengan tujuan pelatihan vokasi untuk membekali tenaga kerja dengan kompetensi praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Kementerian Ketenagakerjaan juga menekankan pentingnya menghubungkan pelatihan dengan kesempatan kerja agar keterampilan peserta dapat dimanfaatkan secara nyata.

Melalui PVN, peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang sertifikat, tetapi juga memiliki kemampuan yang teruji, pengalaman praktik, serta kesiapan untuk memasuki dunia kerja atau menciptakan peluang usaha.

Dengan demikian, hasil akhir pelatihan bukan sekadar dokumen kelulusan, melainkan bekal kompetensi yang dapat dikembangkan sepanjang perjalanan karier.

(Devona R/Sumber: Biro Humas Kemnaker)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID