KBRI Paris Imbau WNI Waspada, Demonstrasi Pelajar Ganggu Aktivitas di Prancis
Para pelajar berpawai melintasi pusat kota dalam sebuah demonstrasi publik di Nancy, Prancis, pada Sabtu (17/10/2026). Para pelajar turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka terkait kebijakan pendidikan dan kepemudaan sebagai bagian dari rangkaian aksi yang terus berlangsung. (Foto: ANTARA/Anadolu-Muhammed Said Tako/pri)
GEBRAK.ID, PARIS – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Prancis untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul demonstrasi besar yang berpotensi mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat. KBRI Paris terus memantau perkembangan situasi serta memastikan komunikasi dengan WNI tetap terjaga.
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, mengatakan KBRI Paris telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah kerjanya agar berhati-hati dan mengikuti perkembangan situasi keamanan, terutama setelah gelombang demonstrasi besar di Paris pada 17 Oktober 2026.
“KBRI Paris telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah kerja agar senantiasa berhati-hati dan mencermati perkembangan situasi keamanan,” kata Heni melalui pernyataan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Minggu (18/10/2026).
Berdasarkan pemantauan KBRI Paris, tidak terdapat WNI yang terlibat dalam demonstrasi tersebut. Meski demikian, aksi protes telah berdampak terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk perubahan jadwal sekolah, operasional transportasi umum, dan kemacetan lalu lintas.
WNI Diminta Menghindari Kerumunan Demonstrasi
KBRI Paris mengimbau masyarakat Indonesia di Prancis untuk terus memantau informasi resmi dari otoritas setempat dan menghindari lokasi demonstrasi. WNI juga diminta menyesuaikan rencana perjalanan apabila terjadi penutupan jalan atau pengalihan rute. “Para WNI di Prancis juga diimbau dapat menyesuaikan rencana perjalanan apabila menghadapi penutupan jalan atau pengalihan rute,” ujar Heni.
Baca Juga
Ia menegaskan, KBRI Paris akan terus memantau perkembangan keamanan pascademonstrasi dan menjaga komunikasi dengan seluruh WNI di wilayah akreditasinya. Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Paris di nomor +33-6-2112-2109.
Demonstrasi Pelajar Sejak September
Gelombang demonstrasi pelajar di Prancis berlangsung sejak pertengahan September 2026. Aksi tersebut melibatkan siswa sekolah menengah atas (SMA) di berbagai kota yang menuntut penambahan anggaran pendidikan serta perbaikan kondisi belajar, pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar, dan pembenahan mekanisme seleksi masuk universitas.
Dalam aksinya, para siswa memblokade sejumlah sekolah dan universitas. Di beberapa lokasi, demonstrasi dilaporkan berkembang menjadi kerusuhan. Menteri Pendidikan Prancis, Edouard Geffray, mengatakan pemerintah sedang meninjau proses penerimaan mahasiswa melalui Parcoursup, platform pendaftaran pendidikan tinggi yang menjadi salah satu sasaran protes pelajar. Geffray juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menempatkan dua pertiga dari total 3.000 guru pengganti yang dijanjikan untuk bertugas di berbagai sekolah.
Sementara itu, hingga Kamis (15/10/2026), sebanyak 1.260 orang dilaporkan telah ditangkap di wilayah metropolitan Paris sejak demonstrasi pelajar dimulai. Sebanyak 86 persen dari mereka disebut masih berusia di bawah 18 tahun. Di tengah situasi tersebut, KBRI Paris meminta WNI tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta memanfaatkan saluran komunikasi resmi KBRI apabila membutuhkan bantuan. (*)
(Zaky Al Hamzah/antaranews)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID