IHSG Ambruk 5,11% dalam 10 Menit, Bursa RI Kembali ke Level 2016!
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Senin pagi ini (19/10/2026), dengan penurunan mencapai 5,11% hanya dalam waktu sekitar 10 menit setelah pembukaan. Pelemahan tersebut membawa IHSG ke level 4.918, mengembalikan posisi indeks ke kisaran yang terakhir terlihat sekitar April 2016.
Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka wacana untuk memasukkan pasar saham Indonesia ke kategori standalone market. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka melemah ke level 4.961,88. Sekitar 10 menit kemudian, indeks kehilangan lebih dari 263 poin atau setara 5,11% hingga menyentuh level 4.918.
Sepanjang perdagangan pagi tersebut, IHSG sempat menyentuh titik terendah di level 4.915,32. Sementara itu, level tertinggi yang tercatat berada di 4.974,66. Posisi tersebut menandai kemunduran signifikan bagi indeks saham domestik. IHSG kembali berada di kisaran 4.900, level yang pernah dicapai pada April 2016, atau sekitar satu dekade sebelumnya.
Mayoritas Saham Berguguran
Tekanan pasar tercermin dari dominasi saham yang bergerak di zona merah. Dari saham yang tercatat dalam data perdagangan tersebut, hanya 43 saham yang menguat, sedangkan 751 saham melemah dan 169 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Aktivitas transaksi juga berlangsung cukup besar sejak awal perdagangan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,81 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,64 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 275.200 kali.
Baca Juga
Penurunan tajam IHSG dan dominasi saham yang melemah menunjukkan tekanan jual yang luas di pasar pada periode pengamatan tersebut. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada dinamika perdagangan serta respons investor terhadap isu klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI. (*)
(Zaky Al Hamzah/Bloomberg)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID