IHSG Tutup Melemah 1,99 Persen, Tertekan Kombinasi Sentimen Global dan Domestik
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026). Menyikapi penurunan tersebut, DPR meminta BEI melakukan perbaikan dengan mengakomodasi masukan dari lembaga pemeringkat internasional, seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI). (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026. Pelemahan ini terjadi di Jakarta, di mana indeks utama terpantau tertekan oleh kombinasi sentimen negatif dari pasar global maupun domestik yang menekan minat beli pelaku pasar.
IHSG berakhir di zona merah, turun 106,96 poin atau 1,99 persen ke posisi 5.266,13. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang memuat 45 saham unggulan juga terkoreksi 9,14 poin atau 1,69 persen ke level 533,02.
Pengamat Pasar Modal, Elandry Pratama, menyoroti bahwa pelemahan ini dipicu oleh berbagai faktor makroekonomi yang saling bertumpang tindih. “Kombinasi sentimen meningkatkan tekanan jual dan menurunkan risk appetite investor,” ujar Elandry saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Elandry merinci bahwa ketidakpastian evaluasi MSCI terkait transparansi dan investability pasar modal Indonesia menjadi salah satu beban utama. Kondisi ini diperparah oleh melemahnya nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp18.167 per dolar AS.
Selain itu, melonjaknya harga minyak mentah Brent ke 112 dolar AS per barel berpotensi memicu inflasi dan beban impor energi. Di sisi lain, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik ke 7,52 persen, yang mendorong investor untuk lebih selektif dan menghindari risiko. Arus keluar dana asing (foreign capital outflow) turut memperparah tekanan di tengah antisipasi arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Baca Juga
Dari mancanegara, pelaku pasar kini menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang diumumkan pada Rabu (28/10) pagi waktu Indonesia, dengan estimasi suku bunga acuan tidak berubah.
Di sisi domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI telah meluncurkan sejumlah inisiatif pada Senin (26/10) untuk menstabilkan pasar. Langkah-langkah tersebut mencakup perpanjangan kebijakan pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan RUPS hingga Juni 2027, perluasan Komite High Shareholding Concentration (HSC) menjadi sembilan orang yang melibatkan pihak independen, serta penegakan aturan yang lebih ketat terkait dugaan manipulasi harga saham melalui pengurangan batas waktu Unusual Market Activity (UMA) dan suspensi.
Secara keseluruhan, IHSG bertahan di teritori negatif sejak dibuka pada sesi pertama hingga penutupan perdagangan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya sektor industri yang mencatatkan penguatan sebesar 0,66 persen. Sementara itu, sepuluh sektor lainnya melemah, dengan sektor barang baku mengalami penurunan terdalam sebesar 3,72 persen, diikuti sektor infrastruktur (3,44 persen) dan energi (3,33 persen).
Sepanjang hari, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,89 juta kali transaksi dengan volume 34,94 miliar lembar saham senilai Rp17,45 triliun. Secara keseluruhan, sebanyak 101 saham naik, 647 saham turun, dan 215 saham stagnan. Saham yang paling menguat adalah DADA, TGUK, BOGA, TMPO, dan OKAS, sedangkan yang paling melemah adalah SMKM, WGSH, UDNG, LOPI, dan IDEA.
Di tingkat regional, bursa saham Asia terpantau bergerak campuran pada penutupan perdagangan sore ini. Indeks Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan masing-masing menguat 1,78 persen ke 63.294,00 dan 3,09 persen ke 5.638,34. Sebaliknya, indeks Shanghai melemah 1,33 persen ke 3.648,30, Hang Seng turun 0,96 persen ke 22.989,00, dan Strait Times melemah 0,25 persen ke 5.401,81. (*)
(Zaky Al Hamzah/Antaranews)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID