AHY Jadi Menko Berkinerja Terbaik Versi Survei Adidaya Institute, Publik Dorong Reshuffle Kabinet

Konpers-AHY

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: setkab.go.id)

GEBRAK.ID — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempati posisi teratas dalam penilaian kinerja menteri koordinator pada dua tahun pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Hasil survei Adidaya Institute mencatat 38,5 persen responden menilai AHY sebagai Menko dengan kinerja terbaik dibandingkan enam Menko lainnya.

Survei nasional yang berlangsung pada 15–21 September 2026 itu melibatkan 1.240 responden di 38 provinsi. Penilaian tersebut menjadi salah satu gambaran persepsi masyarakat terhadap jajaran Kabinet Merah Putih menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo.

Di bawah AHY, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menempati urutan kedua dengan perolehan 17,6 persen. Posisi berikutnya ditempati Menko Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dengan 10,6 persen.

Hasil survei penilaian kinerja Menteri Koordinator dari Adidaya Institute. (Foto: Adidaya Institute)

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar masing-masing memperoleh 9,4 persen. Menko Pangan Zulkifli Hasan meraih 7,7 persen, sedangkan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno memperoleh 6,8 persen.

Hasil tersebut memperlihatkan jarak penilaian yang cukup besar antara AHY dan Menko di posisi kedua. Meski demikian, angka survei ini menggambarkan persepsi responden, bukan penilaian kinerja berdasarkan audit atau indikator capaian kementerian secara langsung.

Hampir separuh responden menilai menteri belum profesional

Di balik apresiasi terhadap sejumlah pejabat, survei Adidaya Institute juga mencatat evaluasi publik terhadap kinerja kabinet secara keseluruhan. Sebanyak 38,5 persen responden menilai para menteri Kabinet Merah Putih telah bekerja secara profesional. Sebaliknya, 46,5 persen responden menilai para menteri belum bekerja profesional.

Temuan tersebut sejalan dengan munculnya dorongan evaluasi terhadap susunan kabinet. Sebanyak 49,8 persen responden menyatakan setuju jika pemerintah melakukan perombakan kabinet atau reshuffle dalam waktu dekat. Adapun 31,4 persen menyatakan tidak setuju.

Survei ini menyasar warga negara Indonesia yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap Pilpres 2024. Peneliti memilih responden secara proporsional berdasarkan jumlah penduduk dan DPT di masing-masing wilayah.

Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan teknik systematic sampling. Survei mencakup 122 kabupaten/kota dengan tingkat kesalahan atau margin of error sekitar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap AHY berjalan beriringan dengan kritik terhadap profesionalitas kabinet. Angka dukungan terhadap reshuffle juga mengindikasikan adanya keinginan sebagian responden agar pemerintah mengevaluasi kinerja para menteri menjelang tahun ketiga pemerintahan Prabowo.

(A. Rayyan K/Sumber: Adidaya Institute)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID