Pelajar SMPN 43 Jakarta Tewas Ditabrak Mobil Pajero di Mampang, Polisi Tangani Pengemudi

pajero tabrak anak smp mampang

Tempat kejadian perkara (TKP) seorang pelajar kelas IX SMPN 43 Jakarta, ATM (14 tahun) tewas usai ditabrak mobil di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2026). (Foto: Polda Metro Jaya)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Kecelakaan maut di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, merenggut nyawa seorang pelajar kelas IX SMPN 43 Jakarta berinisial ATM. Remaja berusia 14 tahun itu meninggal dunia setelah tertabrak mobil pada Minggu (18/10/2026) dini hari WIB.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko, membenarkan peristiwa yang menewaskan pelajar tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban merupakan siswa yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Korban dinyatakan meninggal dunia akibat kejadian tersebut,” kata Sarwoko kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Sarwoko menambahkan, pengemudi mobil yang menabrak korban telah dibawa ke kepolisian untuk menjalani penanganan lebih lanjut. Pihaknya menyerahkan proses hukum dan penyelidikan kecelakaan itu kepada aparat berwenang.

“Saat ini, pengemudi mobil yang menabrak korban sedang ditangani oleh pihak kepolisian setempat,” ujarnya.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah sejumlah rekaman dan informasi mengenai kecelakaan beredar di media sosial. Unggahan akun Threads @merlina30 memperlihatkan kondisi kendaraan yang terlibat dalam insiden di kawasan Mampang Prapatan.

Sejumlah laporan media menyebut kecelakaan itu melibatkan mobil Mitsubishi Pajero berwarna hitam yang menabrak kendaraan lain dan menyebabkan seorang remaja meninggal dunia. Namun, kronologi lengkap serta penyebab pasti kecelakaan tetap perlu merujuk pada hasil penyelidikan kepolisian.

Informasi yang beredar di media sosial juga memuat dugaan bahwa pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol atau narkotika. Dugaan tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan unggahan warganet.

Karena itu, diperlukan keterangan resmi dari kepolisian atau hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan sebelum menyimpulkan kondisi pengemudi saat kejadian.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan berkendara, terutama pada malam hingga dini hari. Pengemudi perlu menjaga konsentrasi, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak mengemudi apabila berada dalam kondisi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Polisi diharapkan mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh, termasuk faktor yang menyebabkan tabrakan dan pertanggungjawaban pengemudi. Penanganan perkara secara transparan penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab pertanyaan keluarga korban dan masyarakat.

Kematian seorang pelajar dalam kecelakaan tersebut menjadi kehilangan besar bagi keluarga dan lingkungan sekolah. Proses penyelidikan diharapkan dapat berjalan tuntas berdasarkan bukti dan keterangan para saksi.

(Saeful Imam/Berbagai Sumber)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID