Antrean BBM di Bali jadi Evaluasi Pertamina, Direksi Janji tak Terulang

Foto Antrean BBM di Bali

Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat mengantre BBM di SPBU Pura Demak, Denpasar Barat. (Foto: BBC)

GEBRAK.ID, BALI — Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri meminta maaf atas gangguan pelayanan BBM yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali. Ia berkomitmen melakukan evaluasi dan memperkuat distribusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. “Saya atas nama Pertamina Group sebagai Direktur Utama, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” kata Simon dalam konferensi pers di Bali, Senin (19/10/2026).

Pertamina menyatakan telah menambah pasokan BBM ke Bali melalui pengiriman kapal, meningkatkan stok di terminal penyimpanan, serta mengerahkan armada mobil tangki dan personel untuk mempercepat penyaluran. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul keluhan masyarakat mengenai kesulitan mendapatkan BBM dan antrean panjang di sejumlah SPBU.

Dua Kapal Bawa 20 Juta Liter Pertalite
Berdasarkan data Pertamina, dua kapal pengangkut BBM telah bersandar di Bali pada Jumat (16/10/2026), dengan total muatan 20 juta liter Pertalite. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 juta liter disalurkan melalui Terminal BBM Manggis menggunakan kapal MT Pangkalan Brandan. Sementara itu, empat juta liter lainnya diterima melalui Terminal BBM Sanggaran menggunakan kapal MT Asian Rigel.

Pertamina menyebutkan, hingga 17 Oktober 2026, stok BBM di Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis ditingkatkan menjadi sekitar 48 juta liter. Selain pasokan yang telah tiba, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat suplai sekitar 57,9 juta liter BBM yang dijadwalkan tiba secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026.

Kerahkan 108 Mobil Tangki dan 465 Awak
Untuk mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengerahkan 108 mobil tangki dan 465 Awak Mobil Tangki (AMT) di Bali. Dari total armada tersebut, sebanyak 99 unit mobil tangki disiagakan untuk mendukung distribusi, sedangkan sembilan unit lainnya berasal dari skema spot charter atau penyewaan armada tambahan.

Pengoperasian armada itu didukung 465 personel AMT, yang terdiri atas 365 personel utama dan 100 personel bantuan dari lintas daerah. Penguatan pasokan, penambahan armada, dan dukungan personel menjadi bagian dari langkah Pertamina untuk mempercepat penyaluran BBM kepada masyarakat. Simon menyatakan perusahaan akan mengevaluasi kendala yang terjadi dan berkomitmen mencegah terulangnya antrean panjang.

Meski demikian, realisasi komitmen tersebut akan bergantung pada kelancaran pasokan dan distribusi BBM di lapangan serta kemampuan perusahaan menjaga ketersediaan bahan bakar di seluruh titik penyaluran. (*)

(Zaky Al Hamzah/Bloomberg)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID