PID Bikin Pelajaran Kimia Lebih Menarik, Siswa SMA di Jayapura Kini Belajar Lewat Simulasi Digital
Papan Interaktif Digital (PID) menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi siswa di SMA Negeri 2 Jayapura, Papua. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID, JAYAPURA — Papan Interaktif Digital (PID) mulai menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi siswa di Papua. Di SMA Negeri 2 Jayapura, teknologi ini membantu guru menjelaskan konsep kimia yang sulit dibayangkan melalui visualisasi, animasi, dan permainan edukatif.
Hardianti, guru Kimia SMAN 2 Jayapura, memanfaatkan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) tersebut untuk membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami. Salah satu media yang digunakan ialah Laboratorium Virtual Stoikiometri dalam platform Rumah Pendidikan.
Melalui fitur tersebut, murid dapat melihat gambaran konsep kimia yang tidak mudah diamati secara langsung. Pendekatan visual ini membantu menjembatani materi teoretis dengan contoh yang lebih konkret.
“Ketika mengetahui adanya PID, saya merasa sangat terbantu. Mata pelajaran memiliki materi yang sifatnya abstrak dan tidak terlihat oleh mata. Murid terkadang bertanya bagaimana contoh konkretnya. Dengan PID, saya bisa mencari dan menunjukkan animasi yang membantu mereka memahami hal-hal yang sebelumnya sulit dibayangkan,” ujar Hardianti seperti dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Selasa (20/10/2026).
Penggunaan PID juga mendorong murid untuk lebih aktif selama pembelajaran. Mereka dapat bekerja sama menyelesaikan tugas, mencoba latihan, dan mendiskusikan materi, sehingga kegiatan belajar tidak hanya bergantung pada penjelasan guru.
Baca Juga
Hardianti mengatakan, guru perlu terus berinovasi agar metode pembelajaran sesuai dengan perkembangan teknologi dan minat murid.
“Kini anak-anak sangat dekat dengan teknologi. Oleh karena itu, saya berusaha terus mencari ide dan berinovasi agar mereka semakin tertarik belajar kimia. Dengan harapan mereka lebih bersemangat mengikuti pembelajaran dan dapat memahami materi dengan cara yang lebih menyenangkan,” jelasnya.
Manfaat tersebut juga dirasakan Nelson Mariadu, siswa kelas XI SMAN 2 Jayapura. Ia mengaku lebih mudah memahami konfigurasi elektron dan bentuk molekul ketika materi disajikan secara visual melalui PID.
Menurut Nelson, permainan edukatif seperti latihan menyetarakan persamaan reaksi kimia dan menentukan konfigurasi elektron membuat proses belajar terasa lebih menarik. Kegiatan itu juga memberinya kesempatan untuk belajar bersama teman-teman secara bertahap.
“Melalui aktivitas tersebut, saya bersama teman-teman dapat mempelajari konsep secara bertahap dan memaknai kimia dalam aspek lebih luas,” kata Nelson.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai pemanfaatan PID dapat membantu guru menyampaikan materi sekaligus mendorong penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning. Pendekatan tersebut menekankan proses belajar yang bermakna, menyenangkan, serta melibatkan murid secara aktif.
“Dengan demikian, pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui PID kami harapkan dapat menjaga antusiasme dan meningkatkan semangat murid saat belajar di sekolah,” ujar Abdul Mu’ti di Jayapura, Senin (19/10/2026).
Kemendikdasmen mencatat, hingga 2026 sebanyak 2.688 unit IFP telah disalurkan ke 1.409 sekolah di Provinsi Papua, dengan anggaran lebih dari Rp83 miliar. Sementara itu, Kota Jayapura menerima 410 unit untuk 144 sekolah dengan nilai anggaran lebih dari Rp12 miliar.
Penyaluran perangkat tersebut menjadi bagian dari upaya digitalisasi pembelajaran. Namun, pemanfaatannya di ruang kelas tetap membutuhkan kreativitas guru agar teknologi tidak sekadar menjadi fasilitas, melainkan benar-benar mendukung pemahaman dan keterlibatan murid.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID