Tulang Masih Patah, Jorge Martin Ngotot Balapan di Qatar demi Selamatkan Peluang Juara
Pembalap MotoGP dari tim Aprilia Racing, Jorge Martin. (Foto: MotoGP)
GEBRAK.ID — Jorge Martin menegaskan tidak akan menyerah dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026. Meski tulang pergelangan tangan kanannya masih patah, pembalap Aprilia Racing itu tetap berangkat ke Lusail untuk mencoba tampil di MotoGP Qatar akhir pekan ini.
Kondisi Martin kini membaik dibanding saat mencoba kembali di Malaysia. Ia bahkan sudah melepas gips dan merasakan peningkatan kekuatan pada tangannya.
“Tanpa gips, saya merasa jauh lebih baik. Saya merasakan sakit yang luar biasa di pergelangan tangan karena saya tidak bisa menggerakannya sama sekali. Jadi saya bersama dokter memutuskan bahwa pilihan terbaik adalah dengan melepaskannya,” ujar Martin, dikutip dari Crash.
Dari 20 Persen ke 50 Persen
Martin memperkirakan kondisinya kini berada di angka 50 persen, meningkat dari hanya 20 persen saat ia mencoba tampil di Sepang pekan lalu. Meski demikian, ia mengakui tulangnya belum tersambung sempurna.
“Tulang yang patah masih tetap patah, tetapi saya akan berusaha sebaik mungkin mengendarai motor dan balapan nanti,” kata Martin. “Jika saya bisa mengambil 50 persen kemampuan saya itu, mungkin hal itu cukup untuk membuat saya meraih hasil bagus dan mendapatkan sejumlah poin.”
Baca Juga
Absen Berarti Karpet Merah untuk Marquez
Martin sadar betul bahwa absen di Qatar sama saja memberi jalan mulus bagi Marc Marquez untuk mengunci gelar. Pembalap Ducati Lenovo itu kini memimpin klasemen dengan 399 poin, unggul 44 angka atas Martin.
Marquez hanya butuh tambahan 30 poin lebih banyak dari Martin sepanjang akhir pekan di Lusail untuk memastikan titel juara dunia kedelapannya. Dengan tiga seri tersisa dan 111 poin masih diperebutkan, peluang Marquez memang sangat besar, tetapi Martin enggan menyerah tanpa perlawanan.
Evaluasi Medis Jadi Penentu
Aprilia tetap berhati-hati. Tim akan mengevaluasi kondisi Martin sebelum memastikan partisipasinya di sesi latihan pembuka. Kemampuan memberikan tekanan saat pengereman menjadi indikator utama, karena itulah kendala terbesar yang membuatnya mundur di Malaysia.
Jika Martin gagal tampil atau tidak mampu menyelesaikan balapan, Marquez tinggal selangkah lagi menuju gelar. Namun jika Martin bisa tampil kompetitif, persaingan juara masih akan hidup hingga seri Portugal dan Valencia.
(A. Rayyan K/Sumber: MotoGP)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID