Revitalisasi Sekolah 2026 Ubah Wajah SD di Jambi dan Grobogan, Guru-Murid Kini Lebih Nyaman
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis Percepatan Pelaporan Progres Revitalisasi Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 Tahap 2 di Jakarta, Kamis (5/11/2026). (Foto: Irfan/Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID — Perbaikan bangunan sekolah ternyata membawa dampak lebih besar daripada sekadar menghadirkan ruang kelas yang baru. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman juga dapat membangkitkan kembali semangat guru dalam mengajar serta motivasi murid untuk meraih prestasi.
Dampak tersebut mulai dirasakan SD Negeri 49 Kota Jambi dan SD Negeri Rejosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kedua sekolah itu menerima bantuan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 dari pemerintah.
Kepala SD Negeri 49 Kota Jambi, Nina Yusyana, mengungkapkan rasa syukurnya setelah sekolah memperoleh bantuan sekitar Rp1,7 miliar. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki 14 ruang kelas, ruang guru, ruang administrasi, perpustakaan, ruang UKS, serta delapan bilik toilet.
Menurut Nina, bantuan itu menjawab kebutuhan sekolah yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan bangunan. Sekolah yang berdiri sejak 1974 tersebut sebelumnya masih memiliki sejumlah ruang kelas berdinding dan bertiang kayu. Beberapa ruangan bahkan belum dilengkapi plafon, sedangkan plafon lainnya mengalami kebocoran.
Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar belum sepenuhnya berlangsung dengan nyaman. Karena itu, Nina berharap fasilitas baru dapat mendorong seluruh warga sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran.
Baca Juga
“Ini memang bantuan dalam bentuk fisik, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap semangat dan motivasi murid maupun guru kami untuk menjalankan tugasnya secara baik dan profesional,” ujar Nina dalam Bimbingan Teknis Percepatan Pelaporan Progres Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Pengalaman serupa dialami SD Negeri Rejosari di Grobogan. Kepala sekolah Toni Hariyanto menyebut lembaganya menerima bantuan sebesar Rp1.002.563.503 untuk memperbaiki fasilitas yang selama ini menghambat aktivitas belajar.
Sebelum renovasi, enam ruang kelas memiliki kondisi atap yang tidak layak. Persoalan juga muncul pada toilet dan saluran air. Saat hujan deras, air bahkan kerap meluap hingga memasuki ruang kelas.
Melalui program revitalisasi, sekolah tersebut mendapatkan perbaikan enam ruang kelas, atap, dinding, toilet guru dan murid, serta penataan lingkungan sekolah.
Toni berharap perubahan itu membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih tenang. “Semoga murid-murid kami bisa belajar dengan tenang, bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik. Guru-guru juga bisa mengajar dengan tenang tanpa ada rasa takut,” tuturnya.
Kemendikdasmen Percepat Pelaporan
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PDPNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan percepatan pelaporan dan pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan efektif, efisien, serta sesuai jadwal.
Kegiatan bimbingan teknis tersebut menghadirkan lima narasumber dari unsur Inspektorat, jaminan teknis, tenaga ahli perguruan tinggi, serta tim teknis dan tenaga ahli kementerian.
Kemendikdasmen mendorong sekolah penerima bantuan menyampaikan laporan secara lengkap, benar, dan tepat waktu. Langkah ini diperlukan agar pemerintah dapat memantau perkembangan pekerjaan sekaligus mengevaluasi penggunaan anggaran.
Program revitalisasi sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana pendidikan, sebagaimana mandat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025. Pemerintah menargetkan fasilitas sekolah yang lebih aman dan layak untuk mendukung proses pembelajaran.
Gogot berharap seluruh penerima bantuan dapat menyelesaikan pekerjaan serta memenuhi kewajiban pelaporan sesuai jadwal dan ketentuan. Dengan begitu, manfaat revitalisasi tidak berhenti pada bangunan yang lebih baik, tetapi benar-benar dirasakan guru dan murid dalam kegiatan pendidikan sehari-hari.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID