Ratusan Mahasiswa IPB Jadi Korban Pinjol, Antara Penipuan, Tamak, atau Kurang Literasi?

Jeratan pinjaman online (pinjol)/ilustrasi. (foto: pixabay)

JAKARTA -- Ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) University dikabarkan terjerat pinjaman online (pinjol) untuk usaha penjualan online. Polresta Bogor Kota pun telah menerima sejumlah laporan polisi dan laporan pengaduan terkait kasus pinjol dari sejumlah mahasiswa IPB University yang menjadi korban.

Rektor IPB University, Arif Satria, mengatakan IPB University sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait ratusan mahasiswanya yang menjadi korban pinjol. Selain itu, pihak kampus juga akan mengumpulkan mahasiswa yang menjadi korban untuk didata lebih lanjut.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak kepolisian. Malam ini Insya Allah kami mengumpulkan seluruh mahasiswa yang menjadi korban untuk pendataan lebih lanjut,” ujar Arif seperti dikutip dari Republika, Selasa (15/11/2022).

Arif menyatakan, pihaknya akan terus mendampingi mahasiswa dalam penyelesaian masalah pinjol ini. Termasuk dalam kaitan pendampingan hukum.

Kepala Biro Komunikasi IPB University Yatri Indah Kusumastuti menyebutkan, dari data sementara ada sekitar 150 nama mahasiswa yang menjadi korban pinjol. Namun, pihaknya akan terus melakukan penelusuran sambil menunggu laporan akhir.

Yatri menjelaskan, pihak kampus sedang melakukan pemeriksaan ulang serta mencari alasan apa yang menyebabkan ratusan mahasiswa IPB University harus berhadapan dengan pinjol.

Selain itu, Yatri mengatakan, IPB University akan menyiapkan pendampingan hukum lantaran para mahasiswa tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut sendiri-sendiri. Pendampingan tersebut akan diberikan hingga kasus pinjol ini tuntas.

Yatri mengatakan, pihak kampus sudah melakukan laporan secara non-formal ke pihak kepolisian. Namun laporan secara formal juga akan dilakukan lebih lanjut.

Sebagai perlindungan kepada para mahasiswa, Yatri mengakui, IPB University sedang melakukan koordinasi lintas lembaga. Terutama kepada para mahasiswa yang bahkan sudah dihampiri oleh debt collector.

Pengamat Keuangan Piter Abdullah menilai ratusan mahasiswa IPB yang terjerat pinjol untuk penjualan yang ternyata bodong bisa jadi punya sifat tamak namun tidak memiliki kemampuan keuangan dan tidak memiliki literasi pengetahuan mengenai masalah ini. Namun, ia mempertanyakan apakah kasus ini penipuan sehingga perlu diusut tuntas aparat hukum.

"Itu perilaku tamak, rakus yang tidak mau bekerja keras karena membuat pelaku (mahasiswa) spekulatif, apalagi kalau tidak didukung dengan kemampuan keuangan. Persoalan semakin bertambah karena mereka tidak memiliki literasi pengetahuan yang cukup," ujar Piter seperti dikutip dari Republika, Selasa (15/11/2022).

Akhirnya, Piter melanjutkan, mahasiswa ini berspekulasi dan meminjam uang orang yaitu di pinjaman dalam jaringan. Padahal, ia mengingatkan bunga pinjaman yang sangat tinggi baik pinjol ilegal maupun legal. Pria yang juga Direktur Eksekutif Segara Institute ini menambahkan, semua pinjaman memiliki bunga yang besar.  "Saya sangat menyayangkan terjadi di salah satu perguruan tinggi yang dikenal sangat bagus. Ini ada pergeseran nilai atau apa?" katanya.

Lebih lanjut Piter meminta, kasus ini harus ditegaskan dulu, harus jelas apakah oknum mahasiswa tersebut kurang literasi atau bentuk penipuan. Sebab, ia menduga tidak menutup kemungkinan uang yang dipinjam dari pinjol ilegal. Menurutnya, pinjol ilegal bisa disebut sebagai penipuan dan jika benar maka ini adalah tindakan pidana.

Piter juga meminta jangan disalahkan korbannya karena yang salah adalah yang menipu. Sebab, penipu memanfaatkan kondisi masyarakat yang kurang mendapatkan literasi. Ia menganalisa kalau mahasiswa itu meminjam uang di pinjol ilegal untuk investasi tetapi ternyata tidak mendapatkan hasilnya sehingga itu termasuk kategori penipuan.
 

"Jadi, polisi harus mengusut polanya seperti apa hubungan yang memberikan pinjaman dengan penjualan online ini. Makanya saya kira diharapkan ada perlindungan polisi karena ini satu kesatuan apakah termasuk kategori penipuan," tegasnya.

 

(dkd)

Posting Komentar untuk "Ratusan Mahasiswa IPB Jadi Korban Pinjol, Antara Penipuan, Tamak, atau Kurang Literasi?"