Ayah Kandung Bunuh 4 Anak Sekaligus di Jagakarsa, KPAI Dorong Pelaku Dihukum Maksimal

Anak menjadi korban kekerasan hingga pembunuhan dalam rumah sendiri/ilustrasi. (Foto: pixabay)

JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mendatangi lokasi pembunuhan empat anak di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/12/2023). Empat anak yakni Viona Audrey (6 tahun), Sopiya (4), Arsa (3), dan Aska (1) dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri bernama Panca (41).

KPAI menyampaikan belasungkawa atas tragedi tersebut. Jasra merasa tragedi ini bakal sulit dilupakan masyarakat karena pembunuhnya diduga ayah kandung korban.

"Saya kira hari ini akan dikenang terus menerus bagi dunia perlindungan anak, setelah peristiwa keji Arie Anggara, seorang anak yang dipukuli orang tua hingga meninggal," kata Jasra kepada awak media, Kamis (7/12/2023), dikutip dari Antara.

Jasra bertemu sejumlah pihak di lokasi, dari kepolisian, wakil camat, Sudin Perlindungan Anak, Ketua RT, pemilik kontrakan, dan Satpol PP. Ia mendorong hukuman maksimal bagi pelaku pembunuhan. "Tentu hukuman maksimal menanti pelaku pembunuh 4 anak tersebut," jelas dia.

Jasra menduga problem ekonomi menjadi persoalan sejak awal yang memicu persoalan lainnya hingga terjadilah tragedi tersebut. Dalam keterangan yang didapatnya pemilik kontrakan, ternyata pelaku masih saudara dengan Ketua RT dan sudah 7 bulan tidak bayar kontrakan rumah Rp 1,5 juta per bulan. Adapun pemilik kontrakan sudah berusaha mengusir.

"Sering kali dalam konflik orang tua, anak dijadikan jaminan, ancaman, dan sasaran dari konflik yang tidak berkesudahan," ujar Jasra.

KPAI juga mempertanyakan mekanisme penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ketika di dalamnya ada anak. Dalam keterangan yang berwenang masih melihat seputar anak yang tidak "di apa-apa kan" orang tua pasca-KDRT dua pekan lalu.

"Sebenarnya ada kasus penyerta sebelum anak anak meninggal, yang tidak ada satu pihak pun memastikan kondisi pengasuhan anak, ketika ibunya mengalami KDRT dan sedang dirawat di rumah sakit," jelas Jasra.

Hingga saat ini, KPAI masih menunggu hasil investigasi kepolisian secara menyeluruh agar tahu akar persoalannya. Namun Jasra menduga pembunuhan dilakukan sebagai jalan pintas permasalahan. "Yang saya kira tidak jauh dari persoalan orang tua yang berkonflik sangat tajam dan menganggap KDRT serta membunuh anak sebagai jalan keluar masalah," tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak empat anak dilaporkan tewas dalam satu kamar di salah satu rumah kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Keempat anak-anak itu kehilangan nyawanya akibat dikunci oleh Panca di dalam kamar mandi. Kemudian ayah dari empat korban pun berniat mengakhiri hidupnya sendiri.

 

(dpy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.