Sekolah Inklusi dan SLB: Dua Jalan Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

9ff4fb77b7f2
Kehadiran sekolah inklusi sudah pasti membawa harapan baru bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

 

JAKARTA — Sejatinya, pendidikan adalah hak untuk setiap anak, sekalipun mereka memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas. Mereka tetap bisa mendapatkan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. 

Selama ini, di pandangan masyarakat umumnya hanya SLB satu-satunya pilihan untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus dan mereka dibagi menjadi beberapa jenis sesuai kondisi anak. Padahal sebenarnya selain SLB, pendidikan inklusi di Indonesia sudah mulai berkembang sejak tahun 1980-an dengan konsep pendidikan terpadu. 
 
Namun demikian pendidikan konsep ini secara resmi diadopsi dan digalakkan setelah adanya dukungan internasional seperti Deklarasi Salamanca 1994, dan diperkuat dengan peraturan seperti UU No 4 Tahun 1997 dan PP No. 19 Tahun 2003. Hingga kini itu menjadi kebijakan nasional yang mewajibkan sekolah umum menerima siswa berkebutuhan khusus (ABK) secara inklusif. 
Jadi, meskipun akarnya sudah ada sejak lama, implementasi sekolah inklusi yang sesungguhnya seperti yang dikenal sekarang mulai masif diterapkan setelah tahun 2000- an seiring perubahan kebijakan dan kesadaran hak pendidikan. 
Kehadiran sekolah inklusi sudah pasti membawa harapan baru bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Adanya sekolah inklusi memberi kesempatan kepada setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang paling tepat sesuai kebutuhannya masing-masing.
Seperti yang kita tahu saat ini ada beragam kondisi anak ABK. Beragamnya kondisi anak sudah barang tentu membutuhkan perlakuan yang khusus pula untuk masing-masing anak. 
Bisa dibilang kehadiran sekolah inklusi merupakan alternatif lain bagi anak ABK untuk bisa mendapatkan pendidikan yang paling sesuai untuk kebutuhannya.
Lalu apa sebenarnya perbedaan sekolah inklusi dengan SLB? ABK seperti apa yang bisa masuk ke sekolah inklusi atau SLB? 
Sekolah Inklusi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *