Yuk Intip Latar Pendidikan Para Ulama Populer di Indonesia: Dari Kitab Kuning hingga Gelar Doktor

Dakwah Islam di Indonesia tidak hanya populer karena isi ceramahnya, tetapi juga berkualitas dari sisi keilmuan dan pendidikan. Banyak penceramah yang menempuh pendidikan formal dan non-formal dalam ilmu agama, baik di dalam negeri maupun luar negeri. (Foto: Ilustrasi/AI)

 

GEBRAK.ID -- Dakwah Islam di Indonesia tidak hanya populer karena isi ceramahnya, tetapi juga berkualitas dari sisi keilmuan dan pendidikan. Banyak penceramah yang menempuh pendidikan formal dan non-formal dalam ilmu agama, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Para pendakwah Indonesia yang saat ini aktif berdakwah memiliki latar belakang pendidikan yang beragam namun kuat secara keilmuan.  
 
Ada yang menempuh pendidikan tinggi formal hingga S3 di luar negeri. Ada yang kuat di pondok pesantren dan tradisi keilmuan Nusantara. Ada yang mengkombinasikan pendidikan pesantren, universitas lslam, dan dakwah kontemporer melalui media digital. 

Mau tahu siapa saja mereka? 

1. Ustadz Abdul Somad (UAS)  
 
Ulama Akademis Internasional Ustadz Abdul Somad Batubara dikenal sebagai salah satu dai paling populer di Indonesia. 

• SD Al-Washliyah Medan dan MTs/MA di pesantren dan madrasah. 
• Beasiswa kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (S1).
• Dar al-Hadith al-Hasaniyyah di Maroko (setingkat S2). 
• Universitas lslam Omdurman, Sudan (program doktoral). 
• Pernah menjadi dosen di UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

2. Ustadz Adi Hidayat 
 
Diaspora lImu dari Pesantren ke Luar Negeri Adi Hidayat, akrab dipanggil UAH, memadukan pendidikan formal dan pesantren. 
 
• Pendidikan awal di TK dan SD di Pandeglang serta madrasah salaf. 
• Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. 
• International lslamic Call College, Tripoli, Libya untuk studi lanjut dalam ilmu dakwah dan bahasa Arab. 
• Melanjutkan studi S2 Islam di Indonesia dan aktif menjadi narasumber pendidikan Islam. 

3. Buya Yahya 
 
Studi Tradisi Pesantren dan Studi Lanjut di Yaman. Buya Yahya, berasal dari Jawa Timur, menempuh pendidikan agama tradisional dan mendalam.
 
• SD sampai SMP di Blitar, dan pendidikan diniyah di pesantren setempat. 
• Menimba ilmu selama 9 tahun di Universitas Al-Ahgaff, Yaman, belajar fiqih, ushul figh, ilmu bahasa Arab, dan hadis dari sejumlah ulama di Yaman.  
•  Selain itu, juga sempat mengajar di Fakultas Tarbiyah di Yaman. 

4. Ustadz Syafi'ik Riza Basalamah
 
Lulusan Universitas Islam Madinah Syafi'k Basalamah merupakan dai yang menempuh pendidikan tinggi di Arab Saudi 
 
• LIPIA Jakarta untuk persiapan bahasa Arab. 
• S1, S2, dan S3 Fakultas Dakwah & Ushuluddin di Universitas lslam Madinah, lulus dengan predikat cum laude dari semua jenjang. 

5. Ustadz Firanda Andirja 
 
Pendidikan Tinggi di Madinah. Firanda Andirja adalah salah satu pendakwah yang memiliki latar pendidikan akademis tinggi di luar negeri. 
 
• Belajar agama di Universitas Islam Madinah, termasuk program S1 Hadits, S2 Dakwah & Ushuluddin, dan S3 Jurusan Aqidah, lulus dengan predikat sum ma cum laude. 

6. Gus Bahauddin Nursalim (Gus Baha)
 
Gus Baha tumbuh dari lingkungan pesantren tradisional Jawa.
 
• Pendidikan awal di Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang yang diasuh KH. Maimun Zubair. 
• Meski tidak kuliah di luar negeri, ilmu pesantrennya kuat serta memiliki sanad dan tradisi keilmuan yang panjang. 

7. Mamah Dedeh 
 
• Pernah belajar Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta sejak usia muda.  
•  Meski fokusnya lebih pada dakwah masyarakat dan mnedia TV, dasarnya tetap pendidikan formal Islam. 

8. Ustadz Das'ad Latief 
 
Seorang dosen dan peneliti di Universitas Hasanudin dengan spesifikasi keilmuan Public Relations. Ustadz Das'ad Latief menyelesaikan seluruh kesarjanaannya di bidang lImu Komunikasi. 
 
• Pendidikan Strata 1 ditempuh di dua tempat sekaligus, yaitu Universitas lslam Negri (UIN) Alaudin pada bidang Peradilan Islam dan di Universitas Hasanudin pada bidang lImu Komunikasi. 
• Pendidikan magister ustadz Das'ad diselesaikan di Universitas yang sama dalam bidang komunikasi. 
• Keseriusannya dalam menuntut ilmu dibuktikannya dengan gelar P.hD dari Universitas Kebangsaan Malasyia dalam bidang llmu Komunikasi sekaligus gelar doktor kedua kalinya di Universitas Islam Makasar dalam bidang lImu Syariah. 

9. Khalid Bassalamah
 
• Bersekolah hingga kelas 2 SMP di pondok pesantren di Makassar. 
• Pada kelas 3 SMP ia dikirim pamannya untuk bersekolah di Kairo, Mesir. 
• Setamat SMP, pada 1990 ia melanjutkan SMA di Madinah. 
• Berkuliah program S-1 dakwah di Universitas Islam Madinah (1994- 1998).
 
10. Nurul Dzikri 
 
• Sejak TK hingga memasuki usia SMA di Jakarta.
• S1  melanjutkan pendidikannya ke Imam Muhammad bin Su'ud University. la mengambil jurusan lImu Pengetahuan Syariah dan lulus tahun 2009. 

11. Habib Husein Ja'far
 
• Pondok Pesantren YAPI Bangil di daerah Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
• Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mengambil jurusan Agidah dan Filsafat Islam. 
•  Magister llmu Al-Qur'an dan Tafsir di universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 

12. dr.Aisyah Dahlan 
 
Seperti yang dapat dilihat, beliau adalah seorang dokter. 
• Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. 
• Program Profesi di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta. 

13. Muhammad Nur Maulana
 
• Pondok Pesantren An- Nahdlah Ujung Pandang pada tahun 1994. 
•  Maulana juga merupakan Guru Agama lslam di sebuah SD Islam Athirah Makassar dan Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar. 

14. Hanan Attaki
 
• Pondok pesantren Ruhul Islam Banda Aceh
• Al Azhar Kairo jurusan tafsir Quran

Melalui rekam jejak pendidikannya, semakin jelas tergambar  bagaimana pendidikan membentuk pondasi intelektual para pendakwah Indonesia yang populer dan berpengaruh di era modern. 

(deka/berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "Yuk Intip Latar Pendidikan Para Ulama Populer di Indonesia: Dari Kitab Kuning hingga Gelar Doktor"